Orang Setengah Waras Perlu Diatasi Bukan Disakiti

 

TANJUNG REDEB – Orang yang mengalami gangguan kejiwaan memang terkadang meresahkan masyarakat, karena polah tingkah mereka tidak bisa diprediksi. Satu waktu mereka bisa tenang, tetapi terkadang juga bisa berubah seketika menjadi beringas. Lantas, siapa yang bertanggungjawab untuk hal ini?

“Kami Dinas Sosial sudah bekerja sama dengan pamong praja untuk menangani permasalahan semacam ini. Jika misalnya orang yang mengalami gangguan jiwa tersebut telah mengganggu bahkan meresahkan warga atau masyarakat sekitar, bisa langsung melaporkan ke Satpol PP, lalu kemudian akan kami tangani,” ucap Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Yayuk Yuliarti, kepada beraunews.com ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (26/04/2017).

“Lalu, jika misalnya orang yang mengalami gangguan jiwa itu mempunyai keluarga, kita akan kembalikan ke keluarganya. Jika misalnya tidak punya, kita coba bawa ke panti rehabilitasi,” sambungnya.

Peran keluarga sangat diperlukan untuk mengatasi penyakit gangguan jiwa semacam ini, karena faktor utama penyebabnya selain permasalahan pribadi, juga  permasalahan umum.

“Memang orang yang mengalami penyakit semacam ini terkadang sulit untuk diajak komunikasi, otomatis kita pasti akan memberikan ke keluarganya lalu kita beri bimbingan kepada keluarganya untuk mau menerima, mau memberikan terapi tinggal dari peran aktif keluarganya saja, bisakah menjaga, merawatnya, dan rajin-rajin memantaunya saja,” bebernya.

BACA JUGA : Setengah Waras Bukan Berarti Gila, Mereka Juga Perlu Perhatian

Di sisi lain, Satpol PP juga memang wajib diperlukan untuk membantu mengamankan permasalahan sosial semacam ini.

“Kewajiban kita sebagai Satpol PP hanya menangkap lalu diserahkan kepada Dinas Sosial. Kemudian selanjutnya terserah kepada Dinas Sosial, mau dikemanakan orang yang mengalami gangguan jiwa ini,” kata Kasatpol PP, Ismail.

“Kita juga perlu melakukan pendekatan dengan orang yang mengalami penyakit jiwa ini untuk mengontrol, agar mereka tidak mengamuk saat dibawa mobil Satpol PP. Orang seperti ini jangan langsung disakiti ataupun dipasung, karena mereka ini hanya memerlukan rehabilitasi,” sambungnya.

Orang-orang yang mengalami gangguan jiwa dan orang gila itu berbeda. Ada stadium ringan, stadium menengah, dan stadium berat.

“Keluarga juga seharusnya jangan malu untuk melaporkan anggotanya yang mengalami gangguan jiwa, karena jika diberi perhatian dan diajak komunikasi, kemungkinan orang semacam itu bisa sembuh,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Miko Gusti Nanda/Editor: R. Amelia