Bidan PTT di Berau Tak Ada yang Berusia Diatas 35 Tahun

 

TANJUNG REDEB – Angka kelahiran setiap tahun khususnya di daerah pedesaan terus meningkat. Tentunya, hal ini tidak terlepas dari pelayanan para bidan desa.

Dari data yang diperoleh melalui Dinas Kesehatan, Bidan Desa yang tersebar di  Kabupaten Berau totalnya sekitar 128, baik yang berstatus PTT maupun PNS. Yang PTT Pusat Aktif Sekitar 10 dan PNS 118.

“Itu data yang kami peroleh di lapangan. Untuk saat ini, kami belum mendata secara pasti dan belum valid juga jumlahnya,” ucap Kepala Seksi Umum dan Pegawaian, Idris, kepada beraunews.com, Rabu (19/04/2017).

Melalui data yang diperoleh, Bidan PTT di Berau yang berusia di atas 35 tahun sudah tidak ada, karena berdasarkan PP Nomor 98/2000 sebagaimana diubah dengan PP Nomor 78/2013 dan Peraturan BKN Nomor 9/2012 tentang pedoman pelaksaan pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), batas usia pelamar dibatasi 35 tahun pada saat pelamaran.

BACA JUGA : Pemerintah Upayakan Solusi Terbaik Penyelesaian Bidan Desa

“Rasanya tidak ada yang 35 tahun, sekarang kan Bidan itu dari SMA ke Bidan paling 3 tahun. Lulusan SMA saja minimal 18 tahun, ditambah masa pendidikan Bidan 3 tahun, jadi jika sekarang dia menganggur setahun atau dua tahun, jadi sekitar dua puluh sekianlah usianya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Berau, Totoh Hermanto.

Tingkat kesejahteraan bidan desa di kampung-kampung sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan layanan masyarakat, bisa dikatakan relatif tergantung pendapatan masing-masing, dilihat dari posisi dimana mereka ditempatkan mulai dari yang sangat terpencil, terpencil dan biasa.

“Peraturan masalah standar penghasilan itu pun, sudah dipertimbangkan melalui aturan-aturan yang ada,” tutupnya.

Di Berau, Bidan Desa sudah mulai banyak yang mengayomi para penduduk yang memang jauh dari layanan kesehatan untuk membantu persalinan dan, bahkan hingga penduduk di pedalaman Berau. Sudah sewajarnya jika hal itu ditugaskan untuk mereka, terlebih lagi Berau mempunyai banyak desa-desa yang jauh dari pusat kota.(bnc)

Wartawan: Miko Gusti Nanda/Editor: R. Amelia