Tingkat DBD Menurun, Dinkes Tetap Siapkan Fogging dan Abatesasi

 

TANJUNG REDEB – Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya mencegah timbulnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan melakukan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinkes, Totoh Hermanto, saat diwawancarai beraunews.com, Jumat (31/03/2017).

Dijelaskannya, pada musim penghujan, memang sangat rentan timbulnya penyakit DBD, yakni penyakit yang terjadi akibat gigitan nyamuk Aides Aigepty. Namun, agar dapat menjadi tindakan preventif bagi masyarakat, ia juga menjelaskan munculnya nyamuk tersebut bukan pada saat hujan, melainkan usai hujan.

Sehingga banyak cara yang dapat dilakukan masyarakat guna mencegah nyamuk tersebut bertelur ataupun menyebarkan virus dan menggigit.

“Di musim penghujan, nyamuk ini belum muncul. Tapi nanti setelah hujan reda baru muncul jentik-jentik di genangan air. Berbeda dengan yang tidak ada genangan, nyamuk juga tidak akan bertelur di sana. Misalnya drainase yang lancar alirannya, tidak akan ada jentik di sana,” jelasnya.

Meski dari data yang dihimpun Dinkes, wabah penyakit DBD cukup menurun dibanding tahun 2016 lalu, pihaknya tetap melakukan upaya-upaya yang dapat mencegah terjadinya wabah penyakit yang tidak jarang menimbulkan korban jiwa tersebut.

“Hingga saat ini kami tetap mengantisipasi dan waspada terhadap wabah penyakit ini. Makanya kami sering melakukan sosialisasi maupun penyuluhan yang bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat, bagaimana mencegah agar penyakit ini dan segala faktor yang menyebabkannya bisa diantisipasi sejak dini,” katanya.

Salah satu tindakan yang rutin dilakukan Dinkes, ialah dengan fogging atau pembasmian jentik nyamuk yang ada di rumah-rumah warga, drainase, maupun tempat-tempat yang sekiranya dapat menjadi sarang bertelurnya nyamuk penyebab DBD.

“Untuk mengantisipasi, nanti setelah hujan reda kita akan siapkan fogging, dan sebelum terjadi DBD, kita juga akan melakukan abatesasi untuk pemberantasan jentik nyamuk,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia