Gaji Dokter Spesialis Rp30 Juta, RS Pratama Tetap Sepi Peminat

 

TALISAYAN – Saat di Musrenbang Kecamatan Talisayan beberapa waktu lalu, anggota DPRD Berau Jasmine Hambali sempat menyampaikan terkait belum adanya dokter spesialis di RS Pratama yang ada di Kampung Talisayan. Hal itu disebabkan, belum berminatnya dokter spesialis mengabdi di rumah sakit tersebut lantaran tuntutan penggajian yakni sekitar 60 sampai 65 juta rupiah masih belum terpenuhi. Akibatnya, pelayanan yang diberikan rumah sakit tersebut masih belum maksimal.

"Jika ini tidak kita penuhi, maka saya rasa akan sangat sulit untuk mendapatkan dokter spesialis untuk RS Pratama. Apalagi saat ini, kepercayaan masyarakat sudah tinggi terhadap RS Pratama," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Berau Muharram membenarkan terkait persoalan RS Pratama tersebut, ia menilai untuk RS Pratama setidaknya memiliki 2 dokter spesialis. Bahkan diakuinya, Pemkab Berau bisa saja menggaji dokter spesialis dengan kisaran gaji sampai dengan 60 juta rupiah. Namun hal itu lanjut dia, belum bisa dilakukan lantaran kondisi keuangan daerah yang terbatas.

"Sementara itu, jika kita menggaji dokter spesialis sebesar 60 juta rupiah, maka semua dokter spesialis yang ada di Tanjung Redeb juga dinaikkan gajinya. Sementara, standar kita saat ini masih 30 juta," ujar Bupati.

Kendati demikian, pihaknya akan tetap berupaya agar kebutuhan dokter spesialis di RS Pratama dapat terpenuhi. Bahkan terkait usulan tersebut, pihaknya juga akan melakukan rapat secara internal terkait masalah penggajian dokter spesialis.

"Karena saat ini kita belum bisa mengambil keputusan karena ini harus dibahas lagi, tapi ini akan kita pertimbangkan. Saya kira, ini penting sekali, karena tidak ada gunanya dibangun rumah sakit jika fasilitas penunjangnya tidak kita benahi secara maksimal. Selama memungkinkan anggarannya, kita akan tahan nafas untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit ini, apalagi ini untuk hajat hidup orang banyak," tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia