Kerap Depresi dan Coba Bunuh Diri, Seorang Pelajar Dilarikan ke RSUD

 

TANJUNG REDEB – Kerap mencoba melakukan aksi bunuh diri, seorang pelajar (12) di salah satu SD di Kabupaten Berau, terpaksa dilarikan ke RSUD Abdul Rivai pada beberapa waktu lalu. Selain nekat mencoba menghabisi nyawanya sendiri, Bunga (nama samaran–red), juga sering merasa takut kepada orang lain.

Seperti yang terlihat, tanpa beralaskan apapun, Bunga tampak tertidur pulas di lantai kamar nomor 2, ruang Flamboyan, RSUD Abdul Rivai, saat ditemui beraunews.com pada Senin (06/03/2017) siang. Putri dari pasangan St dan Rs ini memang sengaja memilih tidur di lantai, ketimbang menikmati tempat tidur yang telah disiapkan pihak rumah sakit.

Dalam kesempatan itu, ibunda Bunga bercerita, awal mula buah hatinya tersebut diduga mengalami depresi. Hal itu bermula sejak 2 bulan lalu, dimana Bunga kerap terbangun di malam hari dan merasa seperti orang yang sedang dilanda ketakutan. Terkadang, Bunga juga nekat mencoba menghabisi nyawanya.

“2 bulan lalu, dia kerap ketakutan dan sering kaget di malam hari. Puncaknya, pada 2 minggu belakangan ini, dia kerap mengamuk dan hampir bunuh diri. Kami sudah bawa kemana-mana, namun belum ada hasil,” ujarnya.

Selama ini, orang tua Bunga hanya mengandalkan layanan kesehatan dari Program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Kabupaten Berau, sebagai solusi untuk kesembuhan putrinya tersebut. Pasalnya, St selaku kepala keluarga, hanya bekerja sebagai tenaga pengamanan (security) di salah satu perusahaan swasta dengan gaji yang hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari. Sementara, istrinya juga hanya seorang ibu rumah tangga biasa.

Bahkan, lanjut Rs, dirinya bersama sang suami kerap meminjam uang kepada sanak saudara untuk membeli beberapa obat, yang di luar tanggungan program Jamkesda Berau, guna kesembuhan buah cintanya tersebut.

“Saya kadang berutang sana sini untuk membeli obat. Kadang, uangnya juga dipakai untuk membawa Bunga ke orang pintar,” lanjutnya.

Dengan tetesan air mata yang turun secara perlahan dan membasahi pipinya, dirinya hanya berharap anak ke dua dari 4 bersaudara itu, dapat segera sembuh. Sehingga, dapat melanjutkan mengenyam pendidikan di bangku sekolah hingga selesai.

“Saya hanya berharap anak saya sembuh dan bisa melanjutkan pendidikannya lagi. Berdasarkan informasi yang saya dapat juga, anak saya akan dikirim ke Samarinda untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” tambahnya.

Sementara itu, Humas RSUD Abdul Rivai, Erva Anggriana menjelaskan, pihak RSUD telah melakukan penanganan dan perawatan terhadap Bunga secara intensif. Untuk itu, jika tidak ada kendala, Bunga akan segera dirujuk ke Samarinda guna mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dari RSUD yang ada di ibukota Kaltim tersebut.

“Kalau tidak ada halangan, Selasa (07/03/2017), insya Allah akan kami rujuk ke Samarinda. Hal ini sesuai dengan saran dokter yang menangani Bunga, dan juga untuk kebaikan Bunga sendiri. Untuk saat ini, Bunga masih diobservasi di RSUD Abdul Rivai,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia