Ada BPJS, Warga Ditolak Berobat di RSUD Abdul Rivai

 

TANJUNG REDEB – Maria Rifka Pradini, warga Jalan Karang Mulyo yang hendak mendapatkan perawatan medis di RSUD dr. Abdul Rivai, Kecamatan Tanjung Redeb, terpaksa pulang bukan atas kemauannya.

Maria yang mengalami luka dalam pada bagian perut, merasa kecewa lantaran pihak RSUD menolak dan menganggap kartu BPJS miliknya tidak bisa digunakan. Pasien kecewa dan merasa dirugikan sebab tak mampu menikmati BPJSnya, padahal setiap bulan ia membayar. Bahkan, telah digunakan beberapa kali pada fasilitas kesehatan (faskes) di luar Berau.

Dani Setiawan mengaku sangat heran kalau istrinya itu telah ditolak dan dianggap tidak masuk tanggungan BPJS. Padahal, menurut Dani, istrinya masih masuk dalam tanggungannya, bahkan setiap bulan gajinya dipotong guna pembayaran Askes atau BPJS itu.

“Sempat saya bawa ke klinik di Jalan Durian III dan sempat sehat. Namun, sore hari dadanya sesak, kaki dan tangannya dingin jadi saya bawa ke rumah sakit dengan keadaannya sudak tidak bisa jalan,” ungkapnya saat ditemui beraunews.com, Jumat (24/02/2017) malam.

Bahkan, lanjut Dani, dirinya mempertanyakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dimiliki rumah sakit plat merah ini. Pasalnya, dalam kondisi tidak bisa berjalan, istrinya tidak langsung disambut pihak RSUD ketika telah tiba di depan pintu ruang instalasi gawat darurat.

Sebagai peserta BPJS mutasi dari luar daerah, ia merasakan pelayanan kesehatan dari RSUD dengan rumah sakit umum daerah lainnya sangat berbeda. Dengan keluhan penyakit yang sama, dirinya tetap dilayani dengan pelayanan yang profesional.

“Masa perawatnya malah menyuruh menggendong istri saya yang sedang sakit. SOPnya rumah sakit di sini beda betul dengan yang lain, saya di Surabaya masih dilayani. Jadi, tadi saya bawa ke sini jam 17.00 wita dan sempat ditanya pakai fasilitas kesehatan apa? Saya jawab gunakan BPJS,” lanjutnya.

 

Dikatakannya, penolakan dilakukan pihak RSUD lantaran karena penyakit yang diderita bukan merupakan 144 penyakit yang ditanggung oleh BPJS. Untuk itu, dirinya tetap memasukkan istrinya sebagai pasien melalui pembiayaan pribadi.

Usai diberikan perawatan, Dani pun disarankan pihak RSUD untuk dirawat jalan. Berdasarkan informasi, istrinya didiagnosis menderita penyakit infeksi kantung kemih.

“Disuruh rawat jalan oleh pihak rumah sakit, tapi istri saya masih dalam keadaan lemah. Sempat minta surat rujukan ke Puskesmas Tanjung Redeb, namun tidak diberi oleh petugas puskesmas,” pungkasnya.

Diketahui, Maria Rifka Pradini pemlik Nomor Induk Kependudukan (NIK) 6403055312930001, terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dengan faskes Puskesmas Tanjung Redeb dan kelas rawat 1 (satu).(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia