Empat Bocah di Kampung Balikukup Derita Gizi Buruk

 

BATU PUTIH – Dengan kekayaan sumber daya alam yang nyaris sempurna, seperti potensi pertambangan batubara, pertanian, perikanan hingga pariwisatanya, menjadikan Kabupaten Berau sebagai salah satu kabupaten terkaya di Indonesia. Tapi siapa sangka, dengan kekayaan alam tersebut tidak serta merta mensejahterakan masyarakatnya. Pasalnya, di Berau sendiri masih terdapat anak yang mengalami kekurangan gizi atau gizi buruk.

Seperti yang terjadi di Kampung Balikukup Kecamatan Batu Putih, berdasarkan informasi yang didapatkan beraunews.com, setidaknya terdapat 4 bocah yang diduga mengalami gizi buruk. hal itu juga dibenarkan oleh Camat Batu Putih, Mansyur.

Sebenarnya, kasus gizi buruk di Kecamatan Batu Putih bukan kali pertama ditemukan. Beberapa waktu lalu, di Kampung Batu Putih juga ada salah seorang bocah juga mengalami gizi buruk. Namun, kata mantan Sekcam Biduk-Biduk itu, kondisi sejumlah bocah tersebut sudah mulai membaik.

“Tapi sudah ada yang bertambah berat badannya, dan masih terus dipantau oleh petugas kesehatan di sana,” ungkapnya kepada beraunews.com, Jumat (09/02/2017).

BACA JUGA : Fitra Bocah 2,5 Tahun Alami Gizi Buruk, Disentri Dan Anemia

Disampaikannya, sejumlah bocah tersebut sudah cukup lama mengalami penyakit itu, bahkan sebelum dirinya menjabat sebagai camat. Bahkan dari informasi yang ia dapatkan dari masyarakat, akibat gizi buruk itu juga sempat merenggut nyawa salah seorang bocah di kampung tersebut.

“Kabarnya dari warga di sana ada yang sampai meninggal. Karena saat ke Balikukup, saya juga mengunjungi anak-anak yang menderita gizi buruk itu,” bebernya.

Berdasarkan pantauannya, beberapa bocah yang mengalami gizi buruk, keluarganya memang tidak mampu, dan tinggal di rumah yang sudah tidak layak untuk ditempati. Hanya, diantara ke empat bocah itu ada juga yang dari lahir sepertinya sudah mengalami kelainan fisik.
 
“Ada dua orang bocah, sepertinya juga bawaan dari lahir sudah mengalami cacat, ditambah asupan gizinya tidak menunjang, jadinya mengalami kekurangan gizi atau gizi buruk. Bayangkan sudah dua tahun lebih masih belum bisa jalan,” tuturnya.

BACA JUGA : Gizi Buruk Masih Ditemukan, Separah Inikah Berau?

Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, ia juga meminta kepada sejumlah tenaga medis yang ada di Balikukup untuk selalu memperhatikan kondisi keempat bocah itu. Disamping itu, dirinya juga meminta kepada masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Batu Putih dan sekitarnya untuk selalu memperhatikan asupan gizi anaknya, jangan sampai kasus gizi buruk kembali terjadi.

“Kita sudah meminta kepada petugas kesehatan di sana untuk selalu memperhatikan kesehatan bocah-bocah itu, terutama untuk asupan tambahannya. Kita ingin tidak ada lagi kasus gizi buruk di wilayah Batu Putih,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia