Ketua P2TP2A Berau : Jangan Ada Razak Lainnya

TANJUNG REDEB – Kondisi yang dialami bocah 5 tahun bernama Muhammad Asy-Syam Razak, mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Tak terkecuali dari Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Berau Fika Yuliana.

Dikatakan Fika (sapaan akrabnya-red), kondisi yang dialami Razak bukan terkait korban kekerasan atau Anak Berhadapan Hukum (ABH), melainkan kelalaian pengawasan orang tua.

“Kasihan sebenarnya melihat kondisinya sekarang. Bahkan, saya membayangkan bagaimana kalau saya melihat Razak 7 bulan lalu, saat baru pertama kali kejadian, dimana luka bakarnya masih sekitar 70 persen di bagian dadanya, saya tidak sanggup,” terangnya dikonfirmasi beraunews.com via Whatsapp, Kamis (19/01/2017).

BACA JUGA : Tak Kunjung Sembuh, Bocah Ini Harus Transplantasi Kulit

Terlebih dengan umurnya yang masih sangat kecil, tambah Fika, sangat disayangkan jika ada kejadian seperti ini. Bungsu dari pasangan Umi dan Tamrin yang kini mendapatkan perawatan intensif di ruang Bougenville RSUD dr. Abdul Rivai, sudah kedua kalinya mendapatkan perawatan setelah 6 bulan lalu juga mendapatkan perawatan serupa.

“Kita dari P2TP2A tidak bisa melakukan banyak, tapi prihatin pastinya dengan kejadian ini. Harusnya ini bisa menjadi pelajaran bagi para orang tua, khususnya ibu, untuk lebih perhatian dengan apa yang dilakukan anak-anaknya di rumah, dengan siapa mereka bermain, dan peralatan apa saja yang bisa membahayakan bagi si anak, jangan sampai ada di dekat mereka,” tegasnya.

Lebih bagusnya, lanjutnya, untuk para orang tua sebaiknya memberikan waktu khusus guna bermain bersama buah hatinya. Karena dengan begini, kontrol terhadap si anak juga bisa lebih maksimal.

“Kesibukan kita sebagai orang tua apalagi seorang ibu, tidak bisa menjadi alasan. Bagaimanapun juga, anak adalah harta paling berharga, dan jika terjadi sesuatu pastinya orang tua juga yang akan merasa sedih, maka dari itu peran orang tua sangat krusial dalam pengawasan anak-anak, jangan sampai ada Razak lainnya,” pungkasnya.(bnc)