Kunjungi Andika Pratama, Ketua DPRD Berharap Tak Ada Lagi Pasien Gizi Buruk

 

 

TANJUNG REDEB – Balita pasien penderita malnutrisi (gizi buruk), Andika Pratama, yang dirawat secara intensif di RSUD Abdul Rivai, kondisinya kini mulai membaik. Anak dari pasangan Tirka dan Nira, warga Pulau Maratua, Kampung Teluk Alulu tersebut telah menjalani masa perawatan selama 5 hari dan berhasil menaikkan bobot badannya sekitar 7 ons.

Sebelumnya, Andika yang berusia 19 bulan kondisinya cukup memprihatinkan, dengan bobot badan hanya sekitar 6 kilogram. Selain menderita gizi buruk, Andika juga mengalami masalah pada sistem pernafasan, yakni penyakit radang paru-paru.

BACA JUGA : Ketua DPRD Kunjungi Fitra, Bocah Penderita Berbagai Penyakit

“Ini sudah agak lumayan baik kondisinya dibandingkan beberapa hari lalu. Sudah mulai bertambah juga beratnya sedikit demi sedikit. Anak ini mau minum ASI sampai usia 6 bulan saja, selebihnya dia tidak mau,” ujar Nira kepada beraunews.com, Selasa (8/11/2016).

 

Ketua DPRD Berau, Syarifatul Sya’diah, yang menyempatkan untuk menjenguk pasien penderita gizi buruk, salah satunya Andika, menyatakan keprihatinannya. Menurutnya, apa yang terjadi kepada balita-balita tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, pola kehidupan orang tua, maupun tingkat pengetahuan terhadap kebutuhan gizi yang masih rendah.

BACA JUGA : Ketua DPRD : Jika Ditemukan Anak Gizi Buruk Segera Laporkan

“Saya sudah beberapa kali mendapati anak-anak balita yang menderita gizi buruk di Berau ini. Sangat memukul kita sebagai bagian dari pemerintahan di Kabupaten Berau. Ini menandakan kita belum berhasil sepenuhnya mendampingi masyarakat kita, utamanya dalam masalah kesehatan. Itu terbukti dengan masih adanya beberapa anak yang kurang gizi,” ungkapnya kepada beraunews.com saat menjenguk Andika.

 

Dengan memberikan sejumlah santunan kepada orang tua pasien, ia juga berharap kesembuhan segera didapatkan oleh anak-anak tersebut.

BACA JUGA : Bupati Berau : Dinkes Harus Alokasikan Anggaran Penanganan Gizi Buruk

“Semoga ini tidak terjadi lagi, anak-anak yang saat ini masih kekurangan gizi segera dapat kembali terpenuhi gizinya sesuai dengan usia dan yang seharusnya,” pungkasnya.(Marta)