Fitra Bocah 2,5 Tahun, Butuh Uluran Tangan Kita

 

BATU PUTIH – Bocah laki-laki bernama Fitra (2,5) mendadak menjadi perbincangan dikalangan netizen Berau. Pasalnya, kondisi Fitra, yang merupakan anak dari pasangan Irma dan Naswin, tersebut saat ini sedang memprihatinkan.

Melalui postingan salah seorang netizen bernama Kak Elly Atr di jejaring sosial facebook yang mengunggah foto berserta tulisan yang menyebutkan kondisi Fitra sedang membutuhkan bantuan dari masyarakat.

Disebutkan pemilik akun tersebut, sejak tanggal 21 September lalu, Fitra mengalami sakit demam setelah sebelumnya terjatuh dari pondok setinggi kurang lebih 1 meter. Selain mengalami demam, anak tersebut juga mengeluarkan darah dan nanah saat buang air besar.

“Saya cuma membantu posting saja. Orang tua Fitra tidak punya identitas dan jaminan kesehatan. Mereka datang dari Sulawesi Tengah, Kabupaten Donggala, Kecamatan Balaesang Tanjung. Mereka tinggal di hutan dan bapaknya bekerja menyenso kayu saja,” tulisnya.

Kondisi Fitra yang kian menurun ditandai dengan berat badannya yang saat ini hanya kurang lebih 8,350 kilogram. Meski sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Batu Putih, berupa terapi dokter dan pemeriksaan laboratorium, serta perawatan gizi namun tidak ada perubahan.

“Lima hari dirawat kondisinya tidak ada perubahan. Sedangkan bapaknya saat ini juga sudah 4 bulan terakhir tidak ada kabar. Kondisi ibunya saat ini sedang hamil 5 bulan. Mereka tidak punya keluarga di Batu Putih dan tidak ada biaya untuk pengobatan,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Puskesmas Batu Putih yang akrab disapa Wiwik membenarkan hal itu. Ia menjelaskan, Fitra menderita penyakit infeksi pencernaan, diare, dan anemia. Fitra juga sempat mendapat perawatan selama 5 hari di Puskesmas Batu Putih. Namun, lantaran kondisinya, maka Fitra harus segera dirujuk ke RSUD dr. Abdul Rivai.

Guna rujuk tersebut, petugas Puskesmas dan masyarakat Kampung Batu Putih melakukan penggalangan dana untuk Fitra. Penggalangan dana tersebut dijelaskan Wiwik, merupakan inisiatif pihaknya guna meringankan beban Fitra. Bahkan, dirinya juga menyampaikan persoalan tersebut ke pemerintah Kampung Batu Putih, dan Ketua RT setempat membuatkan surat permohonan penggalangan dana. 

"Sebenarnya dua hari yang lalu seharusnya sudah dirujuk ke RSUD, tapi karena biaya tidak ada terpaksa baru dirujuk Selasa (27/9/2016) kemarin, dengan dana dari penggalangan dana yang terkumpul Rp3 juta itu," ungkapnya kepada beraunews.com, Rabu (28/9/2016).

Dikatakan Wiwik, bulan Januari lalu, Fitra dan ibunya pernah tinggal di hutan mengikuti Naswir yang berprofesi sebagai pekerja kayu. Namun sejak dua bulan lalu, Naswir kembali pulang ke Sulawesi dengan alasan salah satu orang tuanya meninggal. Semenjak kepergian suaminya tersebut, sampai saat ini belum ada kabar kepulangannya.

Tak adanya kepala keluarga, tentu saja menjadi persoalan rumit bagi Mirna dan putranya. Sehingga segala keperluan pembayaran pengobatan Fitrah di RSUD, akan menjadi tanggung jawab Mirna.

"Saat ini mereka dirawat di Ruang Anggrek Kelas 3. Mereka juga masih memerlukan biaya untuk perawatannya," tutupnya.(Hendra Irawan/Marta)