Jalani Pengobatan, Nenek Penderita Kanker Payudara Diperkirakan 6 Bulan di Balikpapan

BALIKPAPAN – Masih ingat dengan Mariyam (51), warga Jalan Sungai Kuyang RT 2 Gang Surau, Teluk Bayur. Mariyam adalah nenek penderita kanker payudara yang pada 25 April 2018 lalu diberangkatkan untuk melanjutkan pengobatan secara intensif ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo di Balikpapan. Setelah genap satu bulan menjalani perawatan, bagaimana keadaan Mariyam?

Ditanya begitu, Wandi Bimayu, anak Mariyam yang mendampingi selama di Balikpapan menceritakan, jika pihak RSUD Kanujoso Djatiwibowo mengutamakan tindakan kemoterapi untuk menangani penyakit yang diderita ibunya. Tindakan tersebut, dilakukan pihak RSUD menyusul keluarnya hasil uji laboratorium dari Kalbe Genomics Jakarta

“Awalnya RSUD mengambil sampel di penyakit yang diderita Ibu saya. Sampel tersebut lalu dikirim ke laboratotium Kalbe Genomics di Jakarta. Hasilnya ujinya telah sampai di RSUD pada tanggal 22 Mei 2018 yang ditujukan kepada Dokter Spesialis Bedah Tumor RSUD Kanujoso Djatiwibowo, dr. Sentot Samiadji Soenardi dan Dokter Spesialis Patologi Anatomi RSUD Kanujoso Djatiwibowo, dr. Daisy Tumedia,” jelasnya kepada beraunews.com, Jumat (25/05/2018).

“Hasil ujinya seperti apa, saya sendiri tak mengetahuinya. Sebab semuanya berbahasa inggris. Namun, dari penjelasan dokter, diketahui jika Ibu saya positif menderita kanker payudara dan harus menjalani kemoterapi antara 6 sampai 9 kali. Kemoterapi pertama sudah dijalani Ibu saya pada 8 Mei 2018 lalu, dan kemo kedua dijadwalkan pada 30 Mei 2018 mendatang,” tambahnya.

Lelaki yang akrab disapa Bima itu kemudian melanjutkan, berdasarkan keterangan dokter saat Ibunya akan menjalani kemoterapi pertama, tindakan kemoterapi diutamakan pihak RSUD, lantaran sel kanker dikhawatirkan menyebar ke pembuluh darah dan kelenjar getah bening.

“Jadi, kemoterapi dilakukan untuk mematikan sel-sel kankernya terlebih dahulu. Setelah kemoterapi, baru tindakan operasi akan dilakukan,” bebernya.

Baca Juga : Dirujuk ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, Nenek Penderita Kanker Payudara Masih Butuh Bantuan Dana

Dengan keadaan seperti itu, tambah Bima, besar kemungkinan Ibunya akan menjalani perawatan selama 6 bulan di RSUD Kanujoso Djatiwibowo. Pasalnya, jarak antara kemoterapi satu ke kemoterapi lainnya, minimal 3 minggu.

“3 Minggu itu jika kondisi Ibu saya kuat, jika tidak kuat jaraknya mencapai 1 bulan. Prediksinya sekitar 6 bulanan Ibu menjalani perawatan di sini,” ujarnya.

 

Yang jelas, lanjut Bima, efek dari kemoterapi pertama itu, Ibunya menjadi tak nafsu makan, bahkan garam saja menjadi tak berasa. Kondisi ini kemudian, membuat Mariyam lemah dan jatuh di kamar mandi.

“Ibu saya juga sempat mendapat transfusi darah A sebanyak 3 kantong. Alhamdulillah, saat ini Ibu saya sudah mulai bisa duduk. Jika kondisi Ibu saya terus begini, besar kemungkinan jadwal kemoterapi akan diundur,” imbuhnya.

Dengan keadaan demikian, Bima kembali berharap uluran bantuan para donatur untuk membantu biaya hidup dan biaya lainnya selama berada di Balikpapan.

“Biaya pengobatan sudah ditanggung Pemerintah Kabupaten Berau. Untuk para donatur yang telah membantu, kami ucapkan terimakasih banyak. Namun, kami masih membutuhkan dana selama berada di Balikpapan, maka bagi donatur yang masih terbuka hatinya untuk membantu secara ikhlas, kami sangat harapkan,” tuturnya.

Bagi para donatur yang tergerak ingin membantu, lanjut Bima, dapat menghubungi Feni Herlina selaku keluarga Nenek Mariyam di nomor handphone 0852-4571-0522 atau bisa melalui transfer ke rekening yang telah pihaknya percayai, yakni rekening Bank Central Asia dengan Nomor Rekening 8605175798 atas nama Abdus Salam dengan nomor handphone 0811-5444-884.

“Feni Herlina dan rekening pribadi milik pimpinan beraunews.com tersebut, kami percayai untuk menerima bantuan untuk Ibu saya,” tandasnya seraya mengatakan, untuk seluruh donasi yang masuk akan disampaikan pihaknya menyusul juga melalui media ini.(NR Dewi/bnc)