Kelahiran 4 Bayi Kembar Kejadian Langka dan Istimewa

 

TANJUNG REDEB – Kelahiran bayi kembar empat di RSUD Abdul Rivai, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mendapat perhatian serius dari tenaga medis. Tim dokter yang ditugaskan untuk menangani pasien menilai, kelahiran empat bayi kembar termasuk kejadian langka dan istimewa, apalagi dilahirkan secara normal.

Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan RSUD Abdul Rivai, dr. Gede Alit Wardana, Sp.Og yang menangani kelahiran bersama bidan Ely mengatakan, proses melahirkan dilakukan secara normal karena ibu sang bayi berada dalam kondisi sehat.

"Saat pasien datang ke ruang ponek RSUD dari rujukan Puskesmas Tubaan, kondisinya sudah bukaan besar 8 cm. Berapa saat kemudian, persalinan berjalan normal dan lancar, dimulai sekitar pukul 17.40 WITA," ujarnya tersenyum saat ditemui beraunews.com di RSUD Abdul Rivai, Jumat (18/05/2018) sekitar pukul 22.30 WITA.

Adapun keempat bayi perempuan itu lahir masing-masing berurutan dengan jeda sekitar sepuluh menit. Alit mengatakan, seorang ibu bisa melahirkan bayi kembar, selain karena faktor kesehatan orang tua, juga dipengaruhi garis keturunan.

“Bisa jadi mereka ini memang punya riwayat melahirkan kembar juga. Entah dari kakek atau buyutnya,” tuturnya.

 

Yang jelas, lanjut Alit, bayi kembar empat baru kali pertama terjadi dalam sejarah RSUD Abdul Rivai. Apalagi, dilakukan melalui persalinan normal dan tanpa diketahui sama sekali sebelumnya.

“Ini yang pertama kali di Berau kembar 4 dan lahiran normal. Saya juga sangat senang sekali bisa menangani kembar 4 ini. Sebab, selama 13 tahun saya tugas, baru sekarang saya mendapatkan kembar 4. Ini persalinan terbanyak yang saya tangani. Memang kami pernah menangani 3 kali kelahiran bayi kembar 3, itupun sebelumnya sudah kita ketahui melalui USG dan persalinannya dilakukan melalui cesar, yakni pada tahun 2007, 2011 dan 2014,” bebernya.

Baca juga : Awal Ramadhan, Ratna Dikaruniai 4 Bayi Kembar Perempuan Secara Normal

“Nah kalau ini benar-benar kebetulan rezekinya ibu Ratna di bulan Ramadhan. Saya juga kaget, tidak sengaja dan tidak disangka dan syukur bisa lahir normal, ibu dan bayinya selamat semua. Cuma kasihan ibunya, sekarang sudah punya anak 8 orang,” tandasnya.

Saat ini empat bayi kembar berjenis kelamin perempuan anak pasangan Paijo (41) dan Ratna (22), warga Kampung Tubaan, Kecamatan Tabalar, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dirawat di inkubator ruang bersalin RSUD Abdul Rivai, karena lahir prematur.

Kelahiran empat bayi kembar juga pernah terjadi di Magelang dan Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, yakni berturut-turut dialami Sari Nuryani dan Annisa Risky.(bnc)