Keren!!! Novita, Gadis Berau Terpilih Ikuti Program YSEALI di Amerika Serikat

 

JAKARTA - Prestasi membanggakan ditorehkan Novita Dyah Forentina (24). Gadis asal Berau itu terpilih sebagai salah satu peserta program Young Southeast Asia Leaders Initiative (YSEALI) di Amerika Serikat untuk angkatan musim gugur tahun ini.

Novita bersama 25 orang lainnya dari berbagai provinsi di Indonesia, akan bertolak ke Amerika Serikat (AS) pada 7 September 2017 dan berkuliah selama lima minggu di Northern Illinois University.

Atase Kebudayaan Kedutaan Besar AS, Karen Schinnerer dalam rilis yang dikirimnya ke redaksi beraunews.com, Rabu (16/08/2017) mengatakan, program YSEALI merupakan program yang digagas tahun 2013 dan terbagi atas dua kategori, yaitu YSEALI Academic Fellowship dan YSEALI Professional Fellowship.

"Program ini bertujuan membangun jiwa kepimpinan generasi muda di ASEAN, mempererat hubungan Asia Tenggara dengan AS dan membina generasi muda di kawasan Asia Tenggara yang akan menjadi pemimpin masa depan ASEAN,” jelasnya.

Karen menjelaskan, program YSEALI Academic Fellowship dibuka bagi mahasiswa atau yang baru saja lulus dari universitas dengan usia 18-25 tahun, untuk mengikuti perkuliahan selama lima minggu di kampus atau universitas di AS.

"Sementara, program YSEALI Professional Fellowship memberikan kesempatan bagi peserta yang berusia 25-35 tahun untuk bekerja selama empat minggu di lembaga nirlaba, lembaga pemerintahan dan kantor swasta di AS," jelas Karen.

Dikonfirmasi terpisah, Novita yang masih berada di Berau mengatakan, dirinya bisa lolos mengikuti program YSEALI Academic Fellowship, setelah berhasil melalui dua tahapan proses seleksi, yakni seleksi administrasi dan wawancara.

Novita menjelaskan, hal pertama yang dilakukannya untuk ikut seleksi, dirinya wajib mengisi formulir identitas diri dan menjabarkan rekam jejak kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan terkait dengan fokus yang akan dipilih serta misinya yang akan dilakukan sepulang dari AS.

Tahap selanjutnya, dikatakan Novita, ia menjalani tahapan wawancara dengan pejabat dari Kedutaan Besar AS di Jakarta. Hingga akhirnya pada tanggal 12 Juli, ia mendapatkan kepastian jika terpilih mengikuti program ini dan akan berangkat pada bulan September 2017.

 

“Tak terkira girangnya saya mendengar kabar bahwa saya akan berangkat ke Amerika dan terpilih untuk mengikuti program YSEALI dengan fokus civic engagement. Saya berusaha tenang saat menerima kabar, tapi setelah itu saya bersorak sorai dan sampaikan kabar gembira ke ibu saya,” ujar gadis yang menyukai buku dan gemar menulis cerita ini kepada beraunews.com melalui saluran telepon.

Di Berau, tutur Novita, dirinya aktif mendedikasikan waktunya sejak tahun 2015 sebagai pengajar bahasa Inggris di Yayasan Komunitas Belajar Indonesia (YAKOBI), lembaga nirlaba yang berkomitmen menciptakan komunitas belajar yang kreatif, berdaya, antusias dan dinamis. Salah satu misi dari Yakobi adalah ingin menginggriskan Berau apalagi dengan segala potensi wisata yang dimiliki Berau. Pengajaran bahasa Inggris di Yakobi tak semata hanya teori tata bahasa, namun dipadukan juga dengan wawasan mengenai lingkungan, nilai-nilai kearifan lokal dan budaya.

 

"Pengajaran bahasa Inggris kepada pelajar sekolah dan remaja di kampung-kampung tak hanya sekadar tentang stuktur bahasa, namun juga memberikan motivasi bahwa kemampuan bahasa Inggris bisa membuka kesempatan-kesempatan emas misal beasiswa maupun kursus singkat dan kesempatan berkunjung ke luar negeri. So, never lose hope!” tutupnya.(*bnc)