Data Indonesia dan Dunia, Korban Laka Lantas Usia Remaja Urutan Kedua Terbanyak - Sekolah Jadi Kontrol Pelajar yang Menggunakan Motor

 

TANJUNG REDEB – Sekolah juga mengambil peran penting dalam kontrol pelajar yang menggunakan kendaraan bermotor. Karena kenyataannya, waktu pelajar lebih banyak dihabiskan di lingkungan sekolah ketimbang di rumah, dimana pengawasan pihak sekolah memang sangat diperlukan.

Kepala Sekolah SDN 010 Berau, Kartina mengatakan, ia sangat tidak setuju jika anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor. Karena, mereka tidak memiliki kepentingan yang khusus untuk menggunakan motor.

“Selama ini saya lihat anak SD di sini, mereka diantar orangtuanya dan anak-anak tidak diajari mengendarai motor. Kalau dia sudah bisa menggunakan motor, otomatis akan kecanduan ingin naik motor. Jadi, pengawasan orangtua harus lebih ekstra,” ucapnya kepada beraunews.com, Minggu (05/03/2017).

Jika Kartina melihat anak muridnya mengendarai kendaraan bermotor, ia akan menegur secara langsung.

“selama ini, saya belum pernah melihat anak murid saya mnggunakan sepeda motor ke sekolah, namun kalau saya melihatnya pasti akan saya kasih teguran agar tidak menggunakannya lagi. Bahkan, pihak sekolah akan memanggil orangtuanya ke sekolah,” tambahnya.

Ia mengaku, jika anak di bawah umur jiwanya masih labil. Jadi, sangat mudah juga terpengaruh oleh teman lainnya.

Dengan melihat kondisi seperti ini, Kartina berharap kesabaran orangtua supaya tidak mengajarkan anaknya mengendarai kendaraan bermotor, karena hal tersebut juga untuk keselamatan anak itu sendiri.

Sedangkan menurut Kepala Dinas Pendidikan, Armyn Zulkifli, ia juga mengatakan sebenarnya hal tersebut sangat berbahaya, selain itu juga mengganggu pengendara lainnya, hingga menyebabkan kecelakaan.

“Kalau berbahaya memang sebenarnya sangat berbahaya. Namun, jika mereka hanya menggunakannya di desa misalnya, untuk pergi ke sawah kan tidak terlalu mengganggu kondisi lalu lintas. Mereka boleh menggunakannya kalau hanya dalam kondisi yang mendesak saja,” ucapnya.

Terkait anak SMP yang menggunakan kendaraan bermotor, ia mengatakan jika itu seharusnya tidak diperbolehkan, karena mereka belum mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan mengimbau kepada pihak sekolah agar memberikan teguran tegas bagi muridnya yang ketahuan menggunakan kendaraan bermotor.

“Kalau anak SMP yang seharusnya belum diperbolehkan menggunakan kendaraan bermotor namun nekat menggunakannya ke sekolah, bahkan ada juga motor yang dititipkan ke warga sekitar sekolah, harusnya pihak sekolah bertindak tegas dan memanggil orangtuanya ke sekolah, jangan dibiarkan begitu saja,” tambahnya.

Tindakan dari Dinas Pendidikan sendiri sebenarnya sudah sejak lama mengusulkan untuk menyediakan kendaraan bagi murid sekolah baik SD ataupun SMP bahkan SMA yang tempat tinggalnya jauh. Namun hingga saat ini belum terealisasi.

Ia juga mengimbau pihak keluarga si anak, agar tetap mengantarkan anaknya ke sekolah, karena ini juga demi kebaikan dan keselamatan anak sendiri.

“Kalau sampai terjadi kecelakaan kan pihak keluarga juga yang repot dan pastinya ikut bertanggungjawab. Saya yakin sekolah pun sudah banyak yang tahu jika anak di bawah umur tidak diperbolehkan membawa kendaraan bermotor, namun terkadang hal tersebut tanpa sepengetahuan sekolah,” tutupnya.(bnc)

Wartawan: Rika WS/Editor: R. Amelia