Data Indonesia dan Dunia, Korban Laka Lantas Usia Remaja Urutan Kedua Terbanyak

 

TANJUNG REDEB – Dari data Korp Lalu Lintas Polri Bidang Pembinaan Penegakan Hukum, bulan Januari hingga Juli 2015, pelajar masuk dalam urutan kedua terbanyak berdasarkan klasifikasi pelaku kecelakaan. Data ini semakin mempertegas jika usia di bawah umur memang rawan menjadi penyebab sekaligus korban kecelakaan.

Selama rentang 7 bulan di 2015, total pelaku kecelakaan mencapai 46.394 orang, dimana sebanyak 7.079 diantaranya pelajar. Usia korban berstatus pelajar sebanyak 14.141 orang atau 19,2 persen dari 73.546 korban.

Persentasi korban dengan latar belakang pendidikan Sekolah Lanjutan Atas (SLA) adalah 57 persen, terbanyak kedua adalah Sekolah Lanjutan Pertama (SLP) sebanyak 17 persen, kemudian Sekolah Dasar (SD) sebanyak 12 persen, dan Perguruan Tinggi (PT) sebanyak 6 persen.

Sedangkan data Korlantas Polri di 2010-2014, ada 157 ribu anak di bawah umur yang menjadi korban kecelakaan. Sebaliknya, ada setidaknya 25 ribu anak di bawah umur jadi pelaku kecelakaan.

BACA JUGA : Anak SD Sebabkan Guru PNS Meninggal

Ini semakin diperkuat dengan data dari Badan Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization). Ada 1,24 juta kematian di jalanan tiap tahunnya, setara dengan 3.400 kematian tiap harinya. Kematian paling besar berasal dari kelompok masyarakat muda dengan rentang usia 15 tahun hingga 29 tahun.

Hal ini juga mendapatkan perhatian khusus dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Anak-anak muda yang berkendara wajib diberikan edukasi atau pendidikan sejak dini bagaimana berkendara dengan aman, yang tentunya sesuai dengan hukum yang berlaku, yakni batas usia. Kemenhub juga melakukan sosialisasi aturan berkendara yang baik dan benar.(bnc)