Tertangkap Basah Bersetubuh, Laki-Laki Pesakitan, Perempuan Korban??? - KUA : Tetap Ada Hukuman Bagi Si Pelaku

 

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tanjung Redeb, Zainal Abidinsyah, cukup prihatin dengan kondisi kaum muda-mudi yang melampaui batas dalam bergaul. Menurutnya, saat ini kerap terjadi perbuatan zinah, seperti adanya pacaran hingga terjadinya hamil di luar nikah.

Dijelaskannya, banyak yang belum mengerti bahayanya pacaran dan perbuatan zinah berdasarkan hukum Agama Islam. Allah SWT sudah menjelaskan di dalam surah Al-'Isrā':32 - Dan janganlah kamu mendekati zinah; sesungguhnya zinah itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.

“Syaitan dan iblis itu, dia berjanji kepada Allah SWT akan selalu dan terus menggoda serta menyesatkan ummat manusia. Tetapi, tidak semua ummat manusia bisa digoda dan disesatkan oleh iblis, yaitu mereka yang segala sesuatunya disandarkan kepada Allah SWT,” ujarnya kepada beraunews.com, Sabtu (04/02/2017).

Bahkan, tambahnya, jika dari perzinahan tersebut terjadi kehamilan, maka dalam Islam si pelaku (laki-laki dan perempuan) dinyatakan bersalah dan wajib untuk dihukum sebagaimana yang telah ditentukan.

“Kalau syari'at agama Islam itu berat hukumannya. Di rajam kedua-duanya, dilempar dengan batu, kemudian dibenamkan di dalam tanah. Islam itu tegas, ketika ada manusia yang melanggar syariat tersebut, baik sengaja maupun tidak tetap diberikan sanksi,” tuturnya.

Lebih lanjut disampaikannya, selain diberikannya hukuman berupa rajam tersebut maka pelaku yang melakukan perbuatan zinah akan dinikahkan sebagaimana yang telah ditentukan di dalam kompilasi hukum Islam pasal 53, yakni, (1) Seorang wanita hamil di luar nikah, dapat dikawinkan dengan pria yang menghamilinya. (2) Perkawinan dengan wanita hamil yang disebut pada ayat (1), dapat dilangsungkan tanpa menunggu lebih dahulu kelahiran anaknya. (3) Dengan dilangsungkannya perkawinan pada saat wanita hamil, tidak diperlukan perkawinan ulang setelah anak yang dikandung lahir.

“Di dalam kompilasi hukum Islam, yaitu berdasarkan kesepakatan para ulama yang kemudian diterapkan di dalam aturan negara kita. Jadi, kalau umpamanya laki-laki dan perempuan itu melakukan perzinahan lalu terjadi kehamilan di luar pernikahan, maka mereka berdua itu dinikahkan,” ucapnya.

Ia berharap, perbuatan zinah ini jangan sampai meningkat. Dibutuhkannya peran orang tua di saat seperti ini sangat penting. Pasalnya, orang tua sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perilaku anak, apakah lebih baik atau justru sebaliknya.

“Orang tua harus selalu dekat dengan anaknya, kebanyakan hal ini terjadi itu karena orang tuanya kurang perhatian, selama yang saya amati. Seandainya kalau di daerah kita ini tidak ada lagi yang namanya ulama, para da'i, dan tokoh-tokoh agama bisa hancur kita,” tutupnya.(bnc)

Citizen Jurnalis: Catur Indra LP/Editor: R. Amelia