Tertangkap Basah Bersetubuh, Laki-Laki Pesakitan, Perempuan Korban??? - Ini Ancaman bagi Pelaku Persetubuhan

 

Tindakan perzinahan saat ini bisa dikatakan sebagai penyakit masyarakat, baik orang dewasa maupun remaja. Tak jarang, pihak kepolisian mendapatkan orang dewasa maupun remaja yang tertangkap di kamar hotel tanpa ada hubungan suami istri, bahkan tak jarang, kedua pasangan sudah memiliki istri atau pun suami.

Kasat Reskrim Polres, AKP Damus Asa mengatakan, perselingkuhan yang biasanya ditemukan saat Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) akan dilakukan pemeriksaan, jika kedua pelaku mengaku sudah melakukan hubungan intim, jelas akan dijerat dengan pasal 284 KUHP Tentang perzinahan.

"Kalau perzinahan itu, dua-duanya akan dikenakan pasal dan ada laporan atau pihak yang keberatan," ungkapnya saat ditemui beraunews.com, Sabtu (04/02/2017).

Jika ditemukan dalam operasi, dua pasangan berada dalam satu kamar hotel ataupun indekos tanpa memiliki hubungan suami istri dan diketahui bahwa keduanya sudah memiliki pasangan dengan ikatan pernikahan yang sah, maka setelah dilakukan pemeriksaan, pihak suami atau istri dari dua pelaku ini akan dipanggil.

"Kalau misalnya istri pelaku ini tidak keberatan, tapi suami pelaku lainnya keberatan. Itu tetap dua-duanya kena sanksi. Ataupun si istri keberatan dan hanya ingin pasangan wanita saja, jelas itu tidak bisa karena kita berbicara perbuatan yang mereka lakukan," jelasnya.

Seperti yang tertulis dalam pasal 284 KUHP Ayat 1a. Seorang pria yang telah kawin melakukan gendak (overspel), padahal diketahui bahwa pasal 27BW berlaku baginya. B. Seorang wanita yang telah kawin yang melakukan gendak. 2a. Seorang pria yang turut serta melakukan perbuatan itu, padahal diketahuinya yang turut bersalah telah kawin. (B). Seorang wanita tidak kawan yang turut serta melakukan perbuatan itu, padahal diketahuinya yang turut bersalah telah kawin dan pasal 27BW berlaku baginya

(2). Tidak dilakukan penuntutan melainkan atas pengaduan suami atau istri yang tercemar, dan bilamana bagi mereka berlaku pasal 27BW, dalam tenggang waktu tiga bulan diikuti dengan permintaan berceraia ataupun pisah kerja dan ranjang karena alasan itu juga. (3). Terhadap pengaduan ini, tidak berlaku pasal 72, 73 dan 75.

(4). Pengaduan dapat ditarik kembali selama pemeriksaan dalam sidang pengadilan belum dimulai. (5). Jika bagi suami istri berlaku pasal 27BW, pengaduan tidak diindahkan selama perkawinan belum diputuskan karena perceraian atau sebelum putusan yang menyatakan pisah meja dan tempat tidur.

"Tapi kalau dua orang pelaku tersebut melakukan di depan umum, maka mereka juga akan dikenakan undang-undang pornografi," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia