Penyelundupan Ribuan Telur Penyu Digagalkan Polsek Tanjung Redeb

TANJUNG REDEB – Polsek Tanjung Redeb berhasil mengamankan sekitar 4.600 butir telur penyu yang akan diselundupkan ke luar Berau. Ribuan telur penyu tersebut diamankan di rumah WA (60), warga Jalan Andika, Kelurahan Gayam, sekitar pukul 00.30 Wita, Sabtu (27/8/2016) dini hari tadi.

Kapolsek Tanjung Redeb, AKP Surya Irianto mengatakan, keberhasilan penggagalan penyeludupan ini berkat laporan masyarakat kepada pihak kepolisian yang mengetahui adanya oknum yang memiliki ribuan butir telur penyu, setelah mendapat informasi, pihaknya langsung melakukan penyelidikan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

BACA JUGA : GAWAT, Penyu Diambang Kepunahan

"Setelah dapat informasi, kami langsung lakukan penyelidikan ke TKP untuk memastikan kebenaran laporan tersebut," ungkapnya kepada beraunews.com.

Dikatakannya, setelah menemukan rumah pelaku, polisi melihat ada beberapa kardus di dalam rumah yang dicurigai sebagai wadah telur penyu. Saat salah satu kardus dibuka, tim menemukan beberapa kantong plastik ukuran besar yang berisi telur penyu.

BACA JUGA : Pencurian Telur Penyu Kembali Marak, Polres Perketat Pengawasan Kepulauan Derawan

"Setelah kami buka, ternyata isinya telur penyu. Selanjutnya sekitar 6 kotak kardus beserta pelaku diamankan ke Mapolsek Tanjung Redeb untuk dilakukan pemeriksaan," tambahnya.

Dari pengakuan sementara pelaku, ribuan telur penyu tersebut didapat dari Pulau Maratua. Sementara untuk tujuan pengirimannya belum diketahui karena pihaknya belum melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

BACA JUGA : Tak Hanya Pulau Sangalaki Sasaran Empuk Pencurian Telur Penyu

"Kami belum periksa lebih jauh, jadi kita belum tahu telur ini mau dibawa kemana oleh pelaku," pungkasnya.

BACA JUGA : Telur Penyu Marak Diperdagangkan, Pemkab Layangkan Protes

Akibat perbuatannya, pelaku terancam pasal 40 ayat 2 Undang-Undang Nomor 5/1999 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan Peraturan Pemerintah Nomor 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa dengan ancaman hukuman maksimal 5 Tahun, denda Rp 100 Juta.(Dedy Warseto)