4 Bulan Pacaran, Siswi SMP Digauli 38 Kali

TELUK BAYUR – Seorang buruh berinisial HD (28), warga Jalan Gatot Subroto, Gang Kelapa I, Kelurahan Sei Bedungun terpaksa mendekam di balik jeruji besi Mapolsek Teluk Bayur setelah menggauli Ay (14) yang masih berstatus pelajar SMP. HD Diringkus dirumahnya oleh pihak kepolisian sekitar pukul 11.00 Wita, Selasa (23/8/2016) kemarin.

Kapolsek Teluk Bayur, AKP Tatok Tri Haryanto melalui Kanit Reskrim, Aiptu Suwarno mengatakan, kejadian tersebut berawal saat Ay yang ikut karnaval di Kecamatan Tekuk Bayur tak kunjung pulang hingga sore hari. Saat dihubungi orang tuanya, Ay sempat mengaku sedang beristirahat di rumah temannya.

"Sampai Sabtu malam Ay tak kunjung pulang juga, orang tuanya sudah mencoba menghubungi Ay melalui telpon, namun nomor Handphone Ay tidak aktif," ungkapnya kepada beraunews.com, Rabu (24/8/2016).

Suwarno menambahkan, Senin (22/8/2016) sekitar pukul 08.00 Wuta, orang tua Ay mencari di sekolah Ay, namun pihak guru dan teman-teman Ay tak mengetahui dimana Ay berada. Selanjutnya, pihak sekolah dan orang tua Ay langsung melaporkan kejadian ini Mapolsek Teluk Bayur.

"Setelah kami terima laporan, kami langsung melakukan penyelidikan dan mengumpulkan informasi dari rekan-rekan korban. Setelah mengetahui alamat HD yang merupakan pacar Ay, kami langsung lakukan penangkapan," tambahnya.

Saat dilakukan penggerebekan, HD dan Ay sedang berada di dalam kamar, selanjutnya HD langsung diamankan di Mapolsek Teluk Bayur.

"Kami langsung bawa ke mapolsek untuk diperiksa," bebernya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap HD, ia mengaku sudah mengenal Ay sekitar 4 bulan sejak bulan April 2016 lalu. Selama 4 bulan pacaran, HD sudah menggauli Ay sebanyak 38 kali, baik dirumahnya maupun di homestay.

"Pengakuan pelaku, bulan April dia melakukan hubungan dengan korban sebanyak 3 kali, bulan Mei-Juli, ia menyetubuhi setiap hari Minggu dan dalam 1 hari bisa 2 sampai 3 kali, dan pada bulan Agustus ini HD melakukan lagi pada Sabtu malam 3 kali, Minggu malam 2 kali dan Senin malam 2 kali," jelasnya.

Selain itu, Suwarno menerangkan jika orang tua Ay mengaku tidak tahu kalau anaknya memiliki pacar atau teman dekat. Sehingga orang tua Ay tak menaruh curiga jika Ay pergi dengan laki-laki.

"Ibunya enggak tau kalau anaknya ini punya pacar atau teman dekat," terangnya.

Terpisah HD mengaku, ia mengenal Ay dari temannya bekerja. Saat itu, ia meminta nomor Ay dan berkenalan melalui Hp. Setelah menjalin hubungan dengan Ay, ia mulai mengajak Ay berhubungan badan dan tak ada penolakan dari Ay.

"Dia mau saja, makanya saya berani lakukan itu," kata HD.

HD juga mengetahui jika hari Senin lalu Ay dicari oleh pihak keluarga dan kepolisian. HD pun langsung membujuk Ay agar pulang ke rumah, namun bujukan HD tak dituruti oleh Ay dengan alasan ia takut untuk pulang.

"Saya sudah bujuk mulai Sabtu sore untuk pulang, tapi dia tidak mau katanya takut, apalagi karena dia sudah dicari oleh keluarga dan polisi," tambah HD.

Akibat perbuatannya, HD terancam pasal 81 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35/2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan penjara.(dws)