Membahayakan, Anak Di Bawah Umur Bebas Berkendara

BATU PUTIH – Banyaknya anak di bawah umur yang bebas menggunakan sepeda motor mendapat perhatian serius dari sejumlah masyarakat. Pasalnya, selain dinilai sebagai pelanggaran lalu lintas, aktivitas anak-anak tersebut juga dianggap membahayakan pengguna jalan lain.

Parahnya, fenomena ini tak hanya terjadi di satu tempat saja. Kondisi ini juga terjadi di semua wilayah yang ada di Kabupaten Berau. Seperti yang terlihat di Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan. Tak sedikit anak di bawah umur, baik SD maupun SMP, tanpa menggunakan helm lalu lalang di sekitar jalan poros Talisayan.

Ahmad (30), warga setempat mengaku heran dengan sikap orang tua anak-anak tersebut. Ia mengatakan, orang tua mereka seakan tak khawatir dengan keselamatan anaknya.

"Seharusnya mereka tahu kalau itu membahayakan, baik itu bagi nyawa anak mereka, juga nyawa orang lain. Tapi ini malah memanjakan, seakan mereka bangga melihat anak mereka kecil-kecil sudah bisa naik motor," ungkapnya kepada beraunews.com (19/8/2016).

Pemandangan serupa juga terlihat di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih. Bahkan, tak jarang sebagian dari mereka terlihat kebut-kebutan dan saling salip. Sehingga dari aksi mereka, tak jarang menimbulkan kecelakaan.

"Seharusnya dibatasi. Apalagi kan mereka masih kecil, bahkan banyak dari mereka yang bawa motor baru lulus SD. Belum lincah membawa motor, belum lagi postur mereka juga masih terlalu kecil. Kalau kecelakaan bagaimana," ungkap Nasir (28), warga setempat.

Sementata itu, Kepala Kampung Tembudan, Nur Iman, saat dikonfirmasi juga membenarkan banyaknya anak di bawah umur sudah bebas berkendara dan cukup mengkhawatikan. Bahkan diakuinya, pihaknya juga sudah sempat mengumpulkan seluruh elemen masyarakat terkait hal tersebut.

"Kita sudah pernah lakukan pertemuan, dan mengimbau orang tua untuk tidak membiarkan dan membatasi anak-anak mereka berkendara. Tapi memang belum begitu diperhatikan," ujarnya.

Pada dasarnya, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk mengantisipasi kecelakaan. Terlebih, sudah banyak terjadi kecelakaan yang tidak hanya merugikan secara materil, tetapi juga merenggut nyawa.

"Seharusnya ini menjadi pelajaran. Jangan sampai sudah terjadi baru menyesal," pungkasnya.(hir)