Polisi “Dilarang” Selfie

TANJUNG REDEB – Demi menjaga nama baik institusi Polri, petinggi korps berbaju coklat tersebut terus melakukan pembenahan di dalam internal mereka. Bahkan tak sedikit aturan dan instruksi dikeluarkan.

Namun dari sekian instruksi dari Mabes Polri itu, salah satu yang cukup menarik perhatian masyarakat, yakni “dilarangnya” anggota polwan (polisi wanita), melakukan swafoto atau selfie, dan kemudian menyebarnya di media sosial. Apalagi jika pose tersebut dinilai kurang baik, sehingga menimbulkan opini buruk di tengah masyarakat.

Hal itu juga dibenarkan Sub Bagian Humas Polres Berau, Bripka Antasih. Ia menjelaskan, pelarangan polwan melakukan selfie, bukan dalam artian sebenarnya. Melainkan, ada batasan-batasan yang wajib bagi polwan maupun polki (polisi laki-laki) patuhi, saat berfoto selfie dan kemudian mengunggahnya ke akun media sosialnya.

“Harus selektif. Seperti jangan memperlihatkan ke glamouran atau kemewahan, serta gaya-gaya yang tidak mendidik, itu memang tidak benarkan. Karena itu dapat membentuk opini negatif di tengah masyarakat. Apalagi, jika itu dilakukan oleh seorang polwan,” bebernya saat dihubungi beraunews.com, Jum’at (19/8/2016).

Tetapi, jika foto tersebut untuk dikonsumsi pribadi tanpa disebarkan secara luas, tentu hal itu tidak dipermasalahkan. Pihaknya juga tidak menampik, akibat kerap beredarnya foto-foto selfie anggota kepolisian, khususnya polwan kerap menimbulkan pro dan kontra di tengah msyarakat. Sehingga secara tidak langsung mempengaruhi citra Polri.

Terkait imbauan tersebut, pihaknya juga sudah mennyampaikan hal tersebut kepada seluruh anggota Polres Berau, khususnya Polwan.

“Itu juga sudah disampaikan. Kita ingin seluruh petugas kepolsian khususnya petugas Polres Berau dapat menjadi contoh yang baik kepada masyarakat. Tidak hanya dari segi prilaku dan etika. Juga cara mereka bersosialisasi di media sosial mereka,” tutupnya.(hir)