3 Pengurus Koperasi Akbar Mandiri Ditetapkan Sebagai Tersangka

TANJUNG REDEB – Tiga pengurus Koperasi Akbar Mandiri (KAM) Kecamatan Talisayan berinisial AT, Aw dan I ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Berau. Penetapan tersebut berdasarkan hasil gelar perkara, dimana didapat kesimpulan jika ketiganya melakukan penggelapan dalam jabatan.

Kapolres Berau, AKBP Handoko melalui Kasat Reskrim, AKP Andreas Nurcahyo Wibowo mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah melakukan gelar perkara kasus penyalahgunaan dana plasma oleh pengurus KAM. Dengan cukup bukti, 3 pengurus yang sebelumnya menjadi saksi, saat ini ditetapkan sebagai tersangka.

BACA JUGA : Kasus KAM Terus Bergulir, 35 Orang Sudah Jadi Saksi

"Saat ini tersangka baru 3 orang dan kemungkinan akan bertambah,” ungkapnya kepada beraunews.com, Jum’at (19/8/2016).

Sebelumnya, selain saksi-saksi dari pengurus dan anggota koperasi. Pihak kepolisian juga memeriksa perwakilan PT Tanjung Buyu Perkasa (TBP) Plantation, yakni Direktur Utama,  Manager Plasma serta Bagian Keuangan.

BACA JUGA : Puluhan Anggota Koperasi Akbar Mandiri “Ngluruk” Polres Berau

“Untuk pemeriksaan sudah dilakukan, tapi nanti akan ada pemeriksaan lainnya lagi,” tambahnya.

Terkait jumlah dana yang tak bisa dipertanggungjawabkan pengurus KAM, Andreas belum bisa memberikan hasil pasti. Pasalnya, saat ini penyidikan terhadap kasus tersebut masih dilakukan dan kemungkinan akan ada bukti-bukti lainnya lagi.

“Masalah jumlahnya tidak bisa kita sebut sekarang, karena proses masih berjalan. Tapi nanti hasil penyidikan akan kita sampaikan,” bebernya.

BACA JUGA : Siap-Siap, Giliran Pengurus Koperasi Akbar Mandiri Diperiksa Polres

Pihaknya juga akan kembali memanggil 3 pengurus koperasi tersebut untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan, Senin (22/8/2016) mendatang.

“Senin nanti kami lakukan pemeriksaan lain. Untuk dugaan keterlibatan oknum lain masih dikembangkan oleh tim,” pungkasnya.(dws)