Perketat Razia, Buru Pelaku Penganiayaan Bayu

KELAY – Polisi semakin sulit melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang menganiaya Bayu Helingga (34), warga Kecamatan Kelay beberapa waktu lalu. Selain minimnya saksi-saksi, korban yang saat ini sudah keluar dari rumah sakit pun tak bisa memberi keterangan pasti bagaimana kejadian tersebut.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap berupaya melakukan pencarian dan menyebar personel untuk menggali informasi dari masyarakat. Selain itu, melakukan operasi pemeriksaan kendaraan bermotor untuk mencari motor milik korban yang diambil pelaku.

"Korban juga lupa bagaimana kejadiannya, tapi kami tetap kerahkan personel melakukan pencarian terhadap pelaku dan motor milik korban," ungkapnya Kapolsek Kelay, Iptu Sutrisno kepada beraunewe.com, Kamis (18/8/2016).

BACA JUGA : Dengar Suara Rintihan Dikebuh Sawit, Ternyata!!!

Dikatakannya, beberapa rekan korban sudah ditanya perihal orang-orang yang dekat dengan korban. Namun, karena korban yang baru 3 bulan berada di Berau, membuat ia dan karyawan lain belum terlalu mengenal satu sama lain.

"Ya yang kenal dia ini rata-rata orang kantor, kalau orang lapangan banyak tidak kenal. Padahal ini penting karena kejadiannya di kebun," tambahnya.

Sementara ini korban masih berada di Sangatta untuk melakukan perawatan di bagian kepala. Beberapa personel masih melakukan pengawasan dan berupaya mengumpulkan keterangan terhadap korban. Namun karena kondisi cidera bagian kepala korban cukup parah, sehingga korban masih agak sulit untuk mengingat kejadian.

"Kami sudah tanya sebelum dia dipukul korban sempat berkata apa dan tindakan apa yang dilakukan sebelumnya, tapi si korban lupa padahal beberapa waktu lalu sempat ingat-ingat sedikit," bebernya.

BACA JUGA : Kembangkan Penyelidikan, Persempit Ruang Gerak Pelaku

Sutrisno memastikan pencarian terhadap pelaku masih dilakukan, informasi demi informasi terus dikumpulkan untuk melacak keberadaan pelaku dan kendaraan hasil jarahan tersebut.

"Kami tetap lakukan. Beberapa personel juga kita terjunkan ke lapangan siapa tahu ada masyarakat yang pernah melihat atau mengetahui ciri-ciri kendaraan milik korban," pungkasnya.(dws)