Jatuh Dari Kapal, Pekerja Tambang Pasir Hilang di Sungai

TANJUNG REDEB – Akibat terpeleset saat bekerja di kapal pengangkut pasir, Malle (17), pekerja tambang pasir yang juga warga Jalan Diponegoro II, jatuh dan tenggelam di Sungai Kelay sekitar pukul 11.00 Wita, Minggu (14/8/2016).

Usman, kakak ipar Malle mengatakan, saat kejadian adiknya sedang menunggu pengisian pasir ke kapal dan berpegangan di sebuah tali. Namun, karena tali tidak kuat menahan beban adiknya, tali putus dan adiknya langsung jatuh ke sungai.

"Tidak ada yang lihat dia jatuh karena suara mesin yang bising, dan beberapa rekannya ada yang di dalam kapal dan di belakang," ungkapnya kepada beraunews.com.

Dikatakannya, setelah beberapa saat adiknya jatuh, rekannya mencari karena adiknya tidak ada di posisi semula. Setelah melihat ke dalam air, rekannya sempat melihat tangan adiknya, namun saat rekannya berusaha turun ke sungai, adiknya tak sempat di tolong.

"Dia memang tidak bisa berenang. Tapi temannya sempat ada yang lihat tangannya di sungai, namun saat mau dilompati, temannya tidak sempat tangkap tangannya itu," tambahnya.

Karena tidak sempat ditolong, orang yang ada di kapal tersebut langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak keluarga dan pihak keluarga sesegera mungkin langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

"Kita langsung laporkan RT, dan RT bantu laporkan ke polisi," ucapnya.

Pantauan beraunews.com di lapangan, selain pihak kepolisian dan warga, pencarian juga dibantu tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau yang menurunkan 2 perahu karet bermesin tempel 25 PK.

Selain itu, pihak keluarga juga melakukan upaya pencarian menggunakan jalur spiritual atau cara yang dipercaya bisa membantu melakukan pencarian menggunakan tindakan di luar nalar.

Terpisah, Kapolsek Tanjung Redeb, AKP Surya Irianto mengatakan, sejauh ini dari pihak kepolisian dan BPBD sedang melakukan pencarian di sepanjang sungai. Pencarian ini sendiri akan dilakukan hingga korban bisa ditemukan.

"Saat ini kita lakukan pencarian di sepanjang sungai saja dulu, selanjutnya akan kita koordinasikan lagi. Upaya ini akan kita lakukan hingga korban ditemukan," pungkasnya.(dws)