Galian C Penyebab Kepala Kampung Diperas 25 Juta

TALISAYAN – Pemkab Berau telah menginstruksikan agar sebagian program pembangunan kampung dilakukan melalui swakelola oleh pemerintah kampung mulai dirasa memberatkan. Pasalnya, kesalahan sedikit saja dapat membuat kepala kampung menjadi sapi perahan oknum tertentu.

Seperti kasus kepala kampung yang diperas oknum tertentu belum lama ini. Kesalahannya, lantaran menggunakan galian C untuk pemeliharaan jalan atau pembangunan jalan usaha tani. Sebenarnya, galian C sendiri menjadi salah satu komponen material yang paling banyak digunakan, terutama untuk kegiatan tersebut. Namun sebagian besar dari galian C sendiri tidak memiliki izin. Akibatnya, kegiatan tersebut menjadi “senjata” oleh oknum dalam memeras korbannya.

BACA JUGA : Camat Geram, Kepala Kampung Diperas Oknum 25 Juta

Plt Camat Talisayan, Husdiono mengakui aktivitas galian C tanpa izin memang merupakan pelanggaran. Hal itu kemudian kerap menjadi salah satu alasan oknum tertentu dalam menjebak pemerintah kampung, khususnya yang berada di Talisayan ketika melakukan pembangunan dengan swakelola. Tetapi, hal itu terpaksa dikerjakan karena kegiatan proyek kampung juga memiliki waktu terbatas.

Galian C sendiri dikatakannya bisa dilakukan perorangan maupun pemerintah kampung sendiri dengan menggunakan tanah aset kampung. Hanya, hal itu terkendala perizinan. Dijelaskannya, perizinan galian C sendiri awalnya bisa dilakukan di kabupaten. Tetapi seiring berlakunya Undang-Undang Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, izin galian C tersebut menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov).

“Kalau izinnya masih dilakukan di Berau mengurusnya cepat, bisa hanya seminggu. Tapi ini mengurusnya ke provinsi, dimana memakan waktu hingga berbulan-bulan bahkan bisa empat bulan. Belum lagi ongkosnya pulang pergi dan itu juga kalau langsung diberikan izin. Sudah ada warga Talisayan yang mengajukan izin galian C, sampai sekarang belum terbit izinnya,” ujarnya kepada beraunews.com, Rabu (10/8/2016).

Hal itu pun dikatakannya menjadi masalah tersendiri. Sebab, kegiatan tidak mungkin akan dilakukan jika izin galian C belum terbit. Meskipun kegiatan yang dikerjakan secara swakelola memberikan hasil yang positif, namun jika sifatnya kemudian membahayakan pemerintahan kampung, sebaiknya tidak perlu dilakukan. Bahkan, mayoritas kepala kampung di Kecamatan Talisayan juga menyampaikan, jika galian C selalu berujung masalah.

“Dari pada membahayakan kepala kampung sebaiknya dilelangkan saja, terutama kegiatan yang menggunakan galian C. Itu demi keamanan kepala kampung sendiri. Saya juga nanti akan sampaikan kepada Bupati,” tutupnya tanpa mau menyebutkan oknum dan kampung dimaksud.(hir)