Ada Sosis Ilegal Di Depan Kapolres

TANJUNG REDEB – Keberadaan sosis ilegal asal Malaysia dipasaran seakan tak pernah ada habisnya. Meski Polres Berau kerap kali lakukan penangkapan peredaran sosis itu, namun hal tersebut tak membuat pemasok barang ilegal tersebut jera. Pasalnya, para Pedagang Kaki Lima (PKL) tetap menjadikan sosis tersebut sebagai buruan mereka lantaran harganya yang murah dan rasanya yang lebih gurih.

Seperti yang berhasil ditangkap kamera wartawan beraunews.com, sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) terlihat masih menggunakan sosis ilegal itu sebagai salah satu bahan baku daganganya.

Bahkan, keberadaan sosis ilegal tersebut terlihat jelas dihadapan Kapolres Berau, AKBP Handoko saat melakukan sidak menyusul maraknya isu di media sosial terkait adanya pentol bakso yang menggunakan daging kucing sebagai bahan baku.

BACA JUGAKapolres Janji Tangkap Penyebar Isu Pentol Daging Kucing

"Harganya lebih murah dari harga sosis lokal, selain itu sosis Malaysia lebih mudah dicari dari pada sosis lokal serta lebih gurih," ungkap Sutrisno, salah satu PKL yang ketangkap kamera menggunakan sosis ilegal tersebut kepada beraunews.com, Senin (8/8/2016).

Meski mengaku resah dengan sosis ilegal asal Malaysia tersebut, namun Sutrisno tak punya pilihan lain. Keuntungan yang bisa diraih dua kali lipat dari pada menggunakan sosis lokal buatan Indonesia, memaksa sebagaian besar PKL seperti dirinya tetap menggunakan sosis ilegal itu.

"Kalau ditanya takut, ya pasti takut kita gunakan makanan ilegal. Tapi kalau mau dilarang, ya seharusnya sudah di stop peredaranya. Tapi ini kan saya masih bisa beli berarti kan tidak dilarang," tutupnya disertai tawa kecil.

Terpisah, Kapolres Berau, AKBP Handoko melalu Kasat Reskrim, AKP Andreas Nurcahyo Wibowo mengatakan, jika pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait peredaran sosis tersebut, baik dari pemasok maupun jalur masuk barang dari negeri jiran itu.

“Nanti kami selidiki siapa pemasok barang kepada pedagang-pedagang tersebut,” terangnya.

Untuk jalur masuk ke Kabupaten Berau, Andreas memperkirakan ada dua jalur, yakni jalur darat dan jalur sungai. Dua jalur tersebut akan menjadi pengawasan ketat pihaknya.

“Kalau masuk ke Berau ada dua, darat dan sungai, yang jelas kami akan lakukan penyelidikan baik pemasok maupun jalur masuknya,” pungkasnya (msz)