Kapolres Janji Tangkap Penyebar Isu Pentol Daging Kucing

TANJUNG REDEB – Polres Berau bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) serta Dinas Kesehatan melakukan sidak di sejumlah penjual jajanan pentol goreng maupun pentol bakar yang ada di wilayah Tanjung Redeb. Sidak dilakukan menyusul maraknya isu di media sosial terkait adanya pentol bakso yang menggunakan daging kucing sebagai bahan baku.

Sidak yang berakhir di lapangan pemuda ini, tak menemukan adanya pentol yang menggunakan daging kucing, bahkan Kapolres Berau, AKBP Handoko memastikan jika jajanan pentol yang beredar di masyarakat ini murni daging sapi dan bukan seperti isu yang berhembus. Hal tersebut juga sesuai dengan hasil penyelidikan pihak kepolisian sebelumnya.

"Kita akan selidiki dan kejar siapa yang menyebar isu pentol daging kucing di media sosial. Jika ketangkap, dia bisa di ancam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang Nomor 11/2008-red)," ungkapnya saat makan pentol bersama wartawan, Senin (8/8/2016).

Ungkapan Kapolres Berau tersebut juga dibenarkan Kepala DPKH Berau, Muhamad Gazhali. Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengambilan sampel terhadap sejumlah pentol milik pedagang, baik pentol goreng, rebus dan juga pentol bakar. Sampel tersebut juga telah di kirim ke laboratorium di Balikpapan. Proses pemeriksaan yang mencapai 5 tahapan membuat hasil dari laboratorium belum dikirim ke berau.

"Walau hasil lab di Balikpapan belum keluar, tapi melalui uji sementara disini hasilnya semua postif pakai daging sapi. Paling lama 2 hari ke depan hasil lab dari Balikpapan bisa keluar," ujarnya.

Mencuatnya isu pentol yang menggunakan daging kucing ternyata membuat pedagang resah. Diakui pedagang akibat isu tersebut, penjualan mereka menurun drastis. Terutama bagi penjual pentol atau bakso bakar yang menjadi sasaran isu tersbut.

"Saya berharap yang menyebar isu di media sosial segera ditangkap. Karena sangat meresahkan kami para pedagang dan membuat kami rugi," tutup Warno salah seorang pedagang.(msz)