Lantaran Narkoba, Bayi 3 Bulan Ditinggal Ayah Ibunya

TANJUNG REDEB – Pelaku pengedar narkotika yang berstatus IRT berinisial Cc (24) memiliki seorang anak berumur sekitar 3 bulan. Karena hanya tinggal seorang diri setelah suaminya terlebih dahulu mendekam dibalik jeruji besi, Cc terpaksa membawa anaknya ke Mapolsek Tanjung Redeb saat diamankan.

Kapolsek Tanjung Redeb, AKP Surya Irianto mengatakan, saat ini pelaku beserta anaknya terpaksa ikut dengan sang ibu yang saat ini menjalani proses atas tindakannya. Namun, pihak kepolisian sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga yang rencananya akan menjemput anak pelaku.

“Cc dan anaknya ditempatkan di satu ruangan tersendiri di Mapolsek untuk pelaku yang memiliki anak, agar pelaku tidak tertekan dengan kondisinya saat ini,” ungkapnya saat ditemui beraunews.com di ruang kerjanya, Kamis (4/8/2016).

Irianto menjelaskan, sampai saat ini surat penahanan atas pelaku juga belum terbit. Jika nanti sudah terbit, dirinya berharap pihak keluarga bisa segera mengambil anak pelaku.

"Dari informasi yang kami terima, pihak keluarga akan ada yang datang untuk mengambil anaknya, kalau memang belum ada ya akan kami tunggu,” ucapnya.

Sementara ini, pihak kepolisian memahami kebutuhan sang anak agar tidak kurang asupan nutrisi dan gizi. Sehingga, pihaknya membantu sebisa mungkin untuk susu maupun kebutuhan lainnya.

"Hanya membantu sebisa kami untuk kebutuhan anaknya, karena ini juga berbicara masalah kemanusiaan,” bebernya.

Contoh kasus ini yang menurutnya harus dijadikan pelajaran. Akibat perbuatan narkoba menjerat ayah dan ibunya sampai akhirnya harus mengorbankan anak yang bisa saja terlantar.

Irianto berharap, agar masyarakat bisa lebih matang menimbang keputusan agar tidak mengulang kesalahan orang tua yang berdampak pada anak seperti kasus ini. Selain itu, diirnya juga kembali meminta masyarakat untuk membantu pihak kepolisian untuk memberantas narkoba. Pasalnya, ancaman narkoba bukan hanya generasi muda, namun sudah kepada IRT.

“Kita perang dengan narkoba, segera informasikan jika ada yang bermain-main sama barang haram yang saat ini menjadi salah satu musuh negara Indonesia,” pungkasnya. (dws)