Waduh, IRT Penjual Sabu Ngaku Barangnya Dari Rutan

TANJUNG REDEB – Dua Ibu Rumah Tangga (IRT), Cc (24) dan Hs (21) yang diamankan Polsek Tanjung Redeb akibat memiliki narkotika jenis sabu-sabu pada Selasa (2/8/2016) kemarin memberikan pengakuan yang mengejutkan.

Cc mengaku jika barang haram tersebut ia dapat saat menjenguk sang suami yang saat ini tengah berada di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Tanjung Redeb. Ia mengatakan, saat mendapat barang tersebut, dirinya langsung menyembunyikannya didalam sepatu yang ia kenakan. Selain itu, ini bukan kali pertama dilakukannya.

“Saya dapat dari suami pas saya jenguk dia. Barangnya saya selipkan di sepatu atau di saku saya supaya tidak ketahuan,” ungkapnya saat diwawancarai beraunews.com, Selasa (2/8/2016) malam.

Terpisah, Kapolsek Tanjung Redeb, AKP Surya Iranto mengatakan, terkait pengakuan Cc tersebut pihaknya akan melakukan pengembangan dengan berkoordinasi dengan pihak Satresnarkoba Polres Berau.

“Ya memang dia ngakunya kalau barang itu dari suaminya di Rutan, tapi untuk mengusut asal usul barang kami akan koordinasi dengan pihak Satresnarkoba,” katanya saat ditemui diruang kerjanya.

Irianto sangat berharap masyarakat bisa bekerja sama dengan aparat kepolisian terkait pengungkapan kasus narkotika di Kabupaten Berau agar bisa sama-sama diberantas.

“Kami apresiasi masyarakat yang selama ini mau membantu kami selaku aparat kepolisian, semoga semakin banyak masyarakat yang mau berperang terhadap narkoba,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Klas IIB Tanjung Redeb, Agus Dwirijanto mengungkapkan, jika pihaknya akan memperketat jalur masuk barang-barang bawaan pembesuk dan memeriksa hingga ke makanan yang dibawa untuk memastikan tak ada lagi barang terlarang masuk ke rutan.

"Kalau kecolongan ya jelas kita akui, kedepannya kami akan lebih perketat lagi pengawasan pembesuk dan barang bawaannya," terangnya.

Terkait pengawasan, Agus mengakui jika pengawasan manusia terkadang masih sering luput. Untuk memastikan barang terlarang tak masuk rutan memang memerlukan alat khusus yang jelas biayanya tak sedikit.

"Kita upayakan dan maksimalkan petugas kami untuk mengantisipasi segala bentuk tindakan yang merugikan kita semua, dan kami akan selidiki siapa yang memiliki barang tersebut," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polsek Tanjung Redeb kembali mengungkap peredaran narkotika jenis sabu-sabu dengan tersangka IRT berinisial Cc (22), warga Jalan Karang Ambun dan Hs (21), warga Tanjung Redeb. Keduanya diamankan di Jalan Karang Ambun Gang Rawa III, Selasa (2/8/2016) sekitar pukul 18.30 Wita.

Cc mengaku terpaksa menjual sabu karena faktor ekonomi. Beberapa bulan lalu ia baru selesai melahirkan dan belum membayar uang bersalin di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Abdul Rivai.

”Mau tidak mau. Suami saya sudah di penjara, SIM teman saya ditahan di RSUD untuk jaminan saya karena belum bayar uang bersalin dan uang kos juga belum dibayar," pungkasnya.(dws)