Jangan Rebut Zebra Cross Untuk Pejalan Kaki

TANJUNG REDEB – Zebra cross sejatinya di pasang sebagai penanda salah satu fasilitas untuk melengkapi tata tertib berlalu lintas di jalanan. Zebra cross sendiri untuk menjamin keselamatan dan keamanan para penyeberang jalan. Walaupun jelas fungsinya, tak lantas membuat para pengguna lalu lintas taat terhadap ketentuan tersebut.

Seperti banyak terjadi saat ini di traffic light, banyak titik keselamatan penyeberang jalan yang “dikuasai” pengendara. Seperti yang behasil diabadikan warga bernama Abdillah dan dikirimkan kepada beraunews.com. Dalam foto yang berlokasi di traffic light Jalan Pemuda, terlihat jelas salah seorang pengendara roda 2 dengan nomor polisi KT 2408 GO tersebut stop di zona garis zebra cross yang sejatinya menjadi jalur penyeberang.

“Saya sebagi salah satu pengguna jalan cukup miris ya melihat ini, disaat petugas kepolisian lalu lintas gencar bersosialisasi terkait tertib berlalu lintas namun tak dibarengi dengan kesadaran dari pengguna jalan untuk tertib berlalu lintas, akibatnya hak pejalan kaki saja di rebut,” ujar Abdillah kepada beraunews.com, Kamis (28/7/2016).

Meski Berau belum masuk kategori dengan jumlah arus lalu lintas yang padat, namun keberadaan zebra cross sangat dibutuhkan pejalan kaki yang hendak menyeberang terutama di perempatan jalan dan traffic light.

“Disinilah pentingnya tertib berlalu lintas, berikan hak pejalan kaki yang memang sudah menjadi haknya jangan kita rebut,” pintanya.

Dikonfirmasi terpisah terkait hal tersebut, Kasubag Humas Polres Berau, AKP Marwoto mengingatkan, jika dalam penerapan Undang-Undang Lalu Lintas, pelanggar dapat diberikan sanksi denda hingga Rp500 ribu dan kurungan penjara paling lama 2 bulan.

“Berdasarkan pasal 106 ayat 2 Undang-Undang Nomor 22/2009 maka setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda, sementara pada pasal 106 ayat 4 menyebutkan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mematuhi ketentuan (a) rambu perintah atau rambu larangan (b) marka jalan (c) alat pemberi isyarat lalu lintas (d) gerakan lalu lintas (e) berhenti dan parkir,” tutupnya.

Dari sejumlah sosialisasi tertib lalu lintas, memang masih banyak masyarakat yang belum paham, termasuk menghormati hak pejalan kaki di zebra cross. Untuk itu, upaya penanaman pemahaman yang lebih giat oleh Satlantas Polres Berau juga perlu kembali digalakan.(msz)