Polres Ambil Alih Kasus Koperasi Akbar Mandiri

TANJUNG REDEB - Penanganan kasus dugaan penyalahgunaan dana plasma oleh pengurus Koperasi Akbar Mandiri, Kecamatan Talisayan sempat dinilai jalan ditempat. Pasalnya, hingga 3 bulan berjalan, kasus ini seperti tak menunjukkan perkembangan yang berarti.
 
Menanggapi persepsi ini, Kapolres Berau, AKBP Handoko mengatakan pihaknya sudah menarik kasus tersebut yang sebelumnya ditangani oleh Polsek Talisayan ke Mapolres Berau. Hal tersebut guna memaksimalkan penanganan dan memudahkan pengawasan terkait perkembangan kasus tersebut.

“Kalau kasus Koperasi Akbar Mandiri itu sudah saya terima laporannya dan saya instruksikan untuk diambil alih oleh Polres Berau. Beberapa hari lalu juga kasusnya sudah kita terima dari Kapolsek Talisayan ke Satreskrim Polres Berau,” ungkapnya kepada beraunews.com.
 
Dikatakannya, sejauh ini pihaknya sudah meminta keterangan beberapa korban yang juga anggota koperasi untuk melengkapi berkas yang ada. Untuk selanjutnya, pihak Polres sendiri yang akan memanggil terlapor untuk dimintai keterangan.
 
“Kami sudah meminta keterangan beberapa pelapor kembali. Selanjutnya kasus ini ditangani Satreskrim Polres Berau dan akan memanggil untuk dimintai keterangan dari pihak pengurus koperasinya,” tambahnya.
 
Saat itu, lanjut Handoko, pihak Polres juga saat ini menunggu hasil audit guna melengkapi berkas perkaranya. Hal ini guna memperjelas terkait dana-dana yang diduga dikeluarkan oleh para pengurus koperasi.
 
“Kita juga tunggu hasil auditnya. Kita harap para pelapor saat ini bisa bersabar menunggu penanganan kasus ini,” jelasnya.
 
Terpisah, Sahariddin selaku pelapor mengatakan bahwa pihaknya sempat merasa kecewa dengan penanganan kasus yang terkesan lamban. Padahal, untuk segala bukti sudah ditunjukkan kepada pihak kepolisian namun penanganan belum juga terselesaikan.
 
“Kita sempat kecewa juga, tapi semoga saja saat ini bisa segera diselesaikan. Pasalnya para korban sudah menjerit meminta pengurus mempertanggungjawabkan segala pelanggaran yang dilakukan oleh pengurus,” bebernya.
 
Untuk diketahui, Kasus Koperasi Akbar Mandiri bermula saat beberapa anggota yang diduga tak menerima dana Sisa Hasil Usaha (SHU) kebun plasma dari Koperasi Akbar Mandiri. Padahal diketahui, pihak perusahaan sudah mengirim dana kepada koperasi yang merupakan hak bagi anggota plasma.
 
Sementara itu, anggota juga mengetahui jika pihak Koperasi diduga menggelembungkan jumlah anggota yang tak jelas asal usulnya. Padahal anggota yang terdaftar hanya 284, namun data yang mereka miliki mencapai 310 orang.
 
Mereka juga berharap pihak kepolisian bisa serius menangani kasus ini. Pasalnya, para anggota tak ingin para pengurus terus melakukan kecurangan menggunakan dana yang seharusnya menjadi hak mereka.(dws)