Polsek Segah Siaga, Ada Aktivitas Pembakaran

SEGAH – Sejak 2 bulan terakhir, Polsek Segah menemukan sejumlah titik api di wilayah hukumnya. Aktivitas pembakaran lahan yang ditengarai menjadi pemicu kebakaran hutan ternyata masih dilakukan warga. Tak sedikit diantaranya merupakan warga yang malas merintis atau membuka lahan secara manual dengan penebangan, kemudian  memilih untuk membuka lahan dengan cara membakar. Namun, memang ada juga sekelompok kecil warga yang melakukan pembakaran itu lantaran memang budaya mereka.

Aktivitas pembukaan lahan dengan pembakaran itu, menurut Kapolsek Segah, Iptu Budi Witikno, menjadi sumber kerawanan kabut asap yang berdampak pada polusi udara dan membahayakan kesehatan masyarakat. Terhadap adanya ancaman tersebut, anggota Polsek segera melakukan tindakan untuk memadamkan api agar tidak merambat ke hutan yang lebih besar.

"Dalam dua bulan terakhir ada beberapa titik api yang masih kita temukan. Seperti tadi malam ada yang kita temukan, dan tim langsung melakukan upaya pemadaman dan kita panggil warga yang membakar tersebut," ungkapnya kepada beraunews.com, Minggu (17/7/2016).

Dikatakannya, untuk terus mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan ini, pihaknya berkoordinasi dengan aparat pemerintahan setempat untuk bersama melakukan pengawasan dan memberi imbauan kepada masyarakat.

"Ini harus kita atasi dari sekarang, jangan sampai ada kabut asap seperti tahun-tahun sebelumnya. Intinya segala kemungkinan harus kita antisipasi sejak dini. Kami pun intensif melakukan pendekatan dengan masyarakat disini agar mereka memahami hukum atas tindakan membakar hutan dan lahan ini," kata dia.

Tak bisa dipungkiri, di Kecamatan Segah masih banyak masyarakat yang berprofesi sebagai petani. Dengan demikian kemungkinan masyarakat membuka lahan dengan cara membakar lahan akan ada.

"Masih banyak masyarakat yang berkebun, dan tidak menutup kemungkinan mereka membuka lahan dengan cara membakar, tapi ini lah tugas kami dan pihak-pihak terkait di kampung untuk merubah cara buruk tersebut," terangnya.

Pada intinya saat ini pihak kepolisian tak henti melakukan imbauan kepada masyarakat khususnya yang bekerja sebagai petani agar tidak membuka lahan pertanian dengan cara membakar.

"Kesadaran masyarakat sudah mulai meningkat, yang jelas kami akan terus lakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi kemungkinan kebakaran hutan dan lahan ini," pungkasnya.(dws)