Dengar Suara Rintihan Dikebuh Sawit, Ternyata!!!

KELAY – Bayu Helingga (34) ditemukan terluka parah di bawah pohon kelapa sawit Rabu (13/7/2016) lalu. Kuat dugaan Bayu menjadi korban penganiayaan. Unit Reskrim Polsek Kelay hingga saat ini masih melakukan perburuan terhadap pelaku penganiayaan. Korban yang merupakan warga Kelay itu, diketahui bekerja di Perusahaan PT Gunta Samba Jaya (GSJ).

Kapolsek Kelay, Iptu Sutrisno mengatakan, kasus ini berawal pada hari Rabu lalu sekitar pukul 07.20 Wita, dimana saksi mata yang merupakan rekan korban bernama Berlin menemukan korban terbaring di bawah pohon sawit dengan kondisi merintih kesakitan dengan luka di bagian dahi, dagu kanan dan lengan kanan.

“Korban ditemukan oleh rekannya sendiri dalam kondisi luka di bagian kepala dan lengan kanan serta merintih kesakitan,” ungkapnya kepada beraunews.com.

Melihat kondisi Bayu yang seperti itu, Berlin kemudian meminta bantuan salah seorang rekan lainnya, yaitu Restu untuk membawa korban ke poliklinik perusahaan, namun kerena kondisi kritis dan pertimbangan jarak tempuh, korban kemudian dibawa ke RSPKT Sangatta Kutai Timur yang merupakan rumah sakit yang bekerjasama dengan perusahaan.

“Setelah dilihat kondisinya cukup parah, maka dibawa ke RSPKT Sangatta dan informasi terakhir sudah di bawa ke Bontang karena ada beberapa alat yang dibutuhkan tidak tersedia di situ,” tambahnya

Ditambahkannya, menurut keterangan beberapa saksi, korban pada Selasa lalu sekitar pukul 16.00 Wita meninggalkan kantor Merapun Estate Denham dengan menggunakan sepeda motor Honda Verza, namun pagi harinya ditemukan saksi dalam keadaan luka parah. Dugaan Bayu menjadi korban penganiayaan lantaran didekat korban terdapat sepotong kayu bulat panjang 97 cm dan berdiameter 3 cm yang kemungkinan dijadikan alat untuk memukul korban.

“Selain itu, motor dan handphone milik korban juga tidak ada. Sementara ini kami masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku. Sementara beberapa anggota lainnya sedang bersama korban untuk meminta keterangan korban serta saksi-saksi,” pungkasnya.(dws)