Atraksi Dilindas Mobil Renggut Nyawa Rangga, Pimpinan Ponpes Sampaikan Permohonan Maaf

 

SAMBALIUNG – Pelepasan santri kelas IX MTS Al-Kholil Kelurahan Sambaliung, Kamis (03/05/2018) kemarin, berbuah duka. Pasalnya, momen yang dibalut atraksi bela diri dilindas mobil dari Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa itu, menyebabkan Rangga (16) meninggal dunia, dan hingga saat ini, peristiwa ini terus diselidiki jajaran Satreskrim Polres Berau.

Ditemui beraunews.com, Jumat (04/05/2018) malam, Pimpinan Pesantren Al-Kholil Ustaz Suhari Mustaji mengatakan, korban atas nama Rangga itu, bukanlah santri dari MTS yang dipimpinnya, melainkan anggota dari Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa Samarinda yang didatangkan oleh rekan-rekan Pagar Nusa Kabupaten Berau.

“Yang mana anggota Pagar Nusa Samarinda tersebut, termasuk Rangga, menurut informasi yang kami dapatkan, telah terbiasa dan profesional melakukan atraksi seperti itu,” ucapnya.

Terkait apakah atraksi tersebut diketahui pihaknya, Mustaji mengatakan, pihaknya mengetahui adanya atraksi dari Pagar Nusa. Hanya saja, seperti apa bentuk atraksinya, pihaknya sama sekali tak mengetahuinya.

“Ketika akan ada atraksi manusia dilindas mobil, saya awalnya melarang. Saat itu, mobil Hilux putih milik pesantren yang akan digunakan. Setelah saya larang itu, saya kemudian pergi, sebab kebetulan penceramah datang, dan saya menemani penceramah. Jadi, saat atraksi itu, saya memang betul-betul tidak tahu. Kami mengetahui setelah kejadian, itupun tahunya kalau ada yang pingsan,” katanya.

“Apa yang saya sampaikan ini, sama persis dengan apa yang saya sampaikan dihadapan penyidik Reskrim Polres Berau, tadi malam jam 20.30 Wita, karena memang itu keadaan yang kami ketahui,” tambahnya.

 

Meski demikian, lanjut Mustaji, atas nama pimpinan Pondok Pesantren Al-Kholil, dirinya sangat menyesalkan terjadinya hal yang menyebabkan meninggalnya Rangga. Selain itu, pihaknya sama sekali tidak ada maksud mengadakan acara atraksi yang merenggut nyawa seseorang.

“Kami sama sekali tidak bermaksud untuk menutupi dan membela diri, akan tetapi kami tetap akan bertanggung jawab atas peristiwa yang terjadi ini. Atas nama pimpinan Pondok Pesantren Al-Kholil, kami menyampaikan ribuan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia dan Kabupaten Berau, khususnya keluarga Rangga yang berada di Samarinda,” tuturnya.

“Saat ini, perwakilan dari Pondok Pesantren, Ustaz Ibnu Ubaidillah dalam perjalanan ke Samarinda mengantarkan jenazah almarhum Rangga sekaligus mengucapkan bela sungkawa secara langsung kepada keluarga Rangga,” tandasnya seraya mengatakan, kejadian ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi pihaknya dan atraksi serupa tak akan terulang kembali di Pondok Pesantren Al-Kholil.(bnc)