Waspada, Berau Salah Satu Sasaran Penipuan Berkedok Mualaf

 

TANJUNG REDEB – Nama Ali Mustapa Yaqub (45) alias Martinus baru saja mencuat di jagat maya akibat aksi dugaan penipuan yang dilakukannya di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Berau. Namun hingga berita ini diterbitkan, nama dan identitas para korban belum diketahui.

Pria yang berasal dari Kupang ini mengaku sebagai mualaf dan eks pastor. Selain itu, ia juga kerap mengatasnamakan diri sebagai utusan Muallaf Center Indonesia (MCI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta. Aksinya ini kemudian membuat pihak MCI mengeluarkan ultimatum keras kepada Ali Mustapa.

Seperti dilansir beraunews.com dari akun Facebook Indra Wibowo selaku CEO (pejabat eksekutif tertinggi) MCI, modus yang dilakukan Ali dengan mendekati dan mengajak masyarakat serta beberapa komunitas, juga Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk mengadakan acara seperti Tabligh Akbar.

Kemudian disampaikan bahwa akan datang pemateri dari beberapa ustaz kondang. Setelah terbentuk panitia acara, ia meminta dana untuk biaya transportasi ustaz tersebut sebagai uang muka acara yang akan dilaksanakan.

“Saat mendekati pelaksanaan acara, ia (Ali Mustapa-red) menghilang dan membawa lari dana tersebut,” tulis Indra.

 

Selain di Berau, sasaran Ali Mustapa juga terdapat di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Di Berau, ia berhasil menggondol tak kurang dari Rp10 juta dan di Kaloka Rp4 juta. Di samping itu, pelaku juga memiliki rekam jejak buruk terhadap jamaah haji dan umrah di Kabupaten Paser, Kaltim. Diduga lebih dari Rp1 milyar telah raib dibawa olehnya, hingga ia masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Paser.

“Kami sangat mengimbau kepada seluruh masyarakat muslim di Indonesia terkait kasus ini. Jika ada oknum dengan modus di atas terutama mengatasnamakan MCI, segeralah hubungi tim pusat kami yang berlokasi di Jakarta sebagai bentuk verifikasi, melalui http://www.mualafcenter.com/pembina/ atau bisa kontak dirinya (Steven Indra Wibowo) secara langsung di 0811-885-998,” tulis Indra.

Dalam ultimatum yang di tulis Indra di laman Facebooknya, ia juga menyertakan beberapa bukti pendukung seperti foto Ali Mustapa dan berkas dokumen palsu pengangkatan Pastor.

Informasi terbaru yang di update Indra Wibowo, diketahui jika pelaku telah diamankan oleh jajaran Polda Kalimantan Barat, Selasa (30/01/2018) sekitar pukul 09.20 Wita, dan Kamis (01/02/2018), pelaku telah dijemput penyidik Polres Paser Polda Kaltim untuk diperiksa sekaligus mempertanggungjawabkan perbuatannya dlam kasus pidana penipuan ongkos naik haji.

“Pelaku selanjutnya dibawa ke Kalimantan Timur menggunakan pesawat hari ini tanggal 1 Februari 2018 untuk selanjutnya diperiksa di Polres Paser karena terbanyak korbannya disana, lalu selanjutnya ke Polres Berau Kalimantan Timur dan selanjutnya ke Polres Kolaka Sulawesi Tenggara,” tandasnya.(hnf/bnc)