Dilecehkan Sopir Travel, Mahasiswi Lapor Polisi

 

TANJUNG REDEB – Seorang mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi ternama di Samarinda melaporkan Ar, sopir travel CV M ke Polres Berau. Korban berinisial QAA (18) melaporkan Ar lantaran mendapatkan pelecehan seksual.

Kepada beraunews.com, Qori Saggap Yagura ayah korban mengungkapkan, peristiwa itu terjadi Rabu (15/11/2017) sekitar pukul 02.30 Wita dini hari. Saat itu, anaknya bersama 2 orang penumpang menggunakan jasa transportasi Travel CV M sebagai tumpangan pulang dari Samarinda menuju Berau.

“Anak saya itu pulang ke Berau dalam rangka libur kuliah. Dia berangkat dari Samarinda sekitar pukul 18.00 Wita dengan jumlah penumpang 3 orang, 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan termasuk anak saya di dalam mobil,” tutur warga Kelurahan Karang Ambun itu.

Qori menambahkan, posisi tempat duduk korban berada di jok depan depan, disamping sopir. Pelecehan seksual yang membuat takut dan depresi anaknya itu, berawal sekitar pukul 02.30 Wita. Dimana, pelaku memegang dan mengelus paha kanan korban. Perbuatan pelaku ini, tentu saja mendapat perlawanan dari korban, dengan menepis tangan pelaku.

“Anak saya berontak dan menarik tangannya, kemudin si sopir menarik lagi tangan kanan anak saya dan mencium tangan anak saya dan ditarik lagi oleh anak saya tangannya,” ungkapnya.

Perlawanan korban tak lantas membuat pelaku berhenti, justru pelaku semakin berani melancarkan aksinya. Terbukti, kata Qori, pelaku malah meraba dada anaknya.

“Anak saya coba menepis tangan si sopir tapi si sopir semakin menekan tangannya ke dada anak saya dan anak saya pun coba terus menghindar dengan memiringkan badannya ke arah pintu mobil sebelah kiri dan si sopir masih mencoba menarik anak saya lagi,” bebernya.

Perbuatan bejat pelaku, lanjut Qori, baru berhenti sekitar pukul 06.00 Wita, hingga sampai ke Tanjung Redeb pukul 09.45 Wita. Namun, pelaku tak mengantarkan korban sampai ke rumahnya, tetapi memanggilkan ojek dan menurunkan korban di Jalan Mangga 2.

“Anak saya sampai di rumah sekitar pukul 10.00 Wita diantar oleh tukang ojek yang dihubungi oleh sopir travel itu,” ucapnya.

Atas tindakan pelecehan seksual terhadap anaknya, Qori kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Berau melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), Kamis (16/11/2017) sekitar pukul 11.00 Wita secara lisan, lalu dilanjutkan laporan tertulis keesokan harinya, dengan tembusan Ketua DPRD Berau, Kepala Dinas Perhubungan Berau dan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Berau.

“Kami harap Kapolres Berau membantu kami, untuk meminta pertanggungjawaban dan sanksi hukum sesuai undang-undang yang berlaku terhadap pelaku. Sebagai barang bukti, saya sampaikan satu lembar tiket yang dibawa anak perempuan saya saat membeli di Samarinda,” tandasnya.(bnc)