Kedok Silaturahmi, Malah Sikat HP Teman

TALISAYAN – Ada-ada saja motif yang dilakukan pelaku pencurian untuk mengelabui korbannya. Seperti yang dilakukan BS, warga Kampung Gunung Sari, Kecamatan Segah, yang diamankan Polsek Talisayan, Kamis (09/11/2017) malam.

BS yang bermukim di wilayah Kampung Eka Sapta, Kecamatan Talisayan terpaksa diamankan, lantaran diduga melakukan pencurian sebuah handphone seluler milik Ardian, buruh bangunan yang bekerja di pembangunan pasar Eka Sapta .

Berdasarkan kronologi, sebelum melakukan pencurian, pelaku berkunjung ke camp bangunan tempat Ardian bekerja, dengan niat silaturahmi. Tetapi, niat silaturahmi yang dilakukan pelaku ternyata hanya motif belaka.

Korban yang mulanya tidak menyadari kejahatan pelaku, akhirnya mengetahui akal bulus BS. Setelah dirinya kehilangan HP sekitar pukul 05.00 Wita, Selasa (07/11/2017). Tak hanya itu, salah seorang rekannya juga mengaku kehilangan HP di camp tempat mereka menginap.

Merasa ada yang tak beres, perhatian korban menjurus kepada BS, lantaran pelaku tak lagi berkunjung, setelah dirinya bersama rekannya kehilangan HP. Seperti diketahui, SB pernah bekerja menjadi buruh bangunan bersama dengan Ardian, namun berhenti dengan alasan tertentu.

 

Kapolsek Talisayan, Iptu Faisal Hamid mengatakan, pihaknya menerima laporan korban pada Kamis (09/11/2017) pukul 17.00 Wita, dan langsung melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Disamping itu, polisi juga menindaklanjuti kecurigaan korban kepada BS.

Alhasil, pelaku pun dijemput polisi untuk dilakukan penyelidikan di Mapolsek, Jumat (10/11/2017). Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, pelaku mengakui dirinya telah melakukan tindakan pencurian.

“Awalnya dia ngaku hanya mengambil satu. Tapi setelah didalami masih ada empat lagi, jadi ada total lima unit HP. Kelima unit HP itu rencananya akan dijual, dan hasilnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," jelasnya.

Akibat perbuatannya tersebut, BS diancam dengan Pasal 363 KUHP subsider Pasal 362 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman kurungan penjara maksimal 5 tahun.

Pihaknya berharap, kasus tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat luas, agar lebih berhati-hati menyimpan barang berharganya.

“Jangan sampai barang berharga yang kita simpan menjadi kesempatan bagi orang untuk berbuat jahat. Kalau bisa simpan barang berharga dengan hati-hati," pungkasnya.(Hendra Irawan/bnc)