Waduh!!! S Diduga Diperkosa Rekan Kerja di Areal Tambang

 

SAMBALIUNG – Lingkungan kerja ternyata tak selamanya aman bagi pekerjanya. Setidaknya hal tersebut dialami S (28), seorang karyawati Labor Supply (penyedia tenaga kerja) PT KB (sengaja disamarkan) yang bekerja di salah satu kontraktor tambang yang ada di Kabupaten Berau. S mengaku diperkosa OR, yang tak lain karyawan salah satu kontraktor tambang tersebut, Sabtu (11/11/2017) sore kemarin.

Mirisnya lagi, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun beraunews.com, korban diperkosa OR di dalam kendaraan milik perusahaan dan Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga di areal kerja perusahaan. 

Kapolres Berau, Kapolres Berau, AKBP Andy Ervyn melalui Kasatreskrim, AKP Damus Asa membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, korban telah melaporkan apa yang menimpa dirinya secara langsung ke Polres Berau. Atas pelaporan tersebut, pihaknya pun telah memeriksa korban dan diduga pelaku pemerkosaan. 

“Kami akan memproses laporan korban sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tuturnya, Minggu (12/11/2017).

Dikonfirmasi terpisah, Manager Human Resources PT Mutiara Tanjung Lestari (MTL), Muhammad Aditya Irawan mengatakan, perusahaan menyesalkan atas kejadian tersebut dan memberikan simpati yang mendalam terhadap korban tindakan asusila yang dilakukan oleh oknum karyawan.

“Kami tidak menyangka bakal terjadi hal tersebut dan kami turut prihatin terhadap yang menimpa korban,” ujarnya.

Terhadap kejadian ini, lanjut Aditya, perusahaan secara tegas tidak bisa mentolerir tindakan melanggar hukum, khususnya perbuatan asusila yang diduga dilakukan oknum karyawannya tersebut, dan akan bertindak tegas sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku.

“Terhadap pelaku, kita akan memproses sesuai ketentuan dan aturan ketenagakerjaan. Namun demikian, semua masih menungu proses hukum yang berlaku. Kalau bekerja kan, pasti belum bisa, sebab masih ada proses hukum. Jadi kalau secara status, masih karyawan kami,” katanya.

Selain bertindak secara internal, dikatakan Aditya, pihak perusahaan pun menyerahkan sepenuhnya proses ini ke jalur hukum.
 
“Perusahaan menyerahkan pada proses penyelidikan dan penindakan hukum yang dilakukan oleh aparat kepolisian,” imbuhnya.

Terkait status pelaku yang menurut informasi adalah Ketua Serikat Pekerja PT MTL, Aditya mengatakan, terlepas yang bersangkutan sebagai panutan, bukan berarti perusahaan akan melindunginya.

“Tetap saja akan kita proses sesuai aturan yang berlaku. Secara proses, kami tidak ikut campur, apalagi ini murni kriminal,” tandasnya seraya meminta agar kasus ini menjadi perhatian bagi seluruh pekerja, khususnya dalam hal memanfaatkan fasilitas transportasi dari lokasi kerja menuju tempat penjemputan, agar kasus serupa tak berulang .(bnc)