Tahanan Dikeroyok, Ini Yang Dilakukan Kapolres

 

TANJUNG REDEB - SH (39), seorang tahanan Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb dilarikan ke RSUD Abdul Rivai lantaran menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh belasan tahanan lainnya. Pengeroyokan yang terjadi di Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb tersebut, terjadi sekitar pukul 17.00 Wita, Selasa (24/10/2017) lalu.

Guna menetralisir agar persoalan ini ditangani secara hukum, Kapolres Berau AKBP Andy Ervyn menggelar pertemuan yang menghadirkan pihak keluarga korban maupun pihak Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb, di ruang Rapat Polres Berau, Kamis (26/10/2017).

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan keluarga korban, Fahmi Rizani mengatakan, melihat kondisi korban yang cukup parah dan mengalami pengeroyokan tersebut, pihaknya segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Berau. Pelaporan tersebut bertujuan, agar kasus pengeroyokan ini dapat ditangani secara hukum. Apalagi, kondisi korban sangat parah yang mengalami bocor beberapa titik di kepala hingga retak di tangan, bahu dan pinggang.

 

“Kami ke sini agar ditangani dan jangan sampai ini berulang di Rutan kok bisa begitu bebas senjata masuk ke dalam. Selain itu, kami menyayangan setelah pihak kepolisian datang baru korban dibawa ke rumah sakit, padahal lukanya cukup parah, mungkin ini perlu mendapat perhatian,” tuturnya.

Sementara Kapolres Berau AKBP Andy Ervyn mengatakan, dirinya memfasilitasi pertemuan ini dalam rangka membantu menetralisir situasi yang ada. Namun demikian, ia menekankan, terjadinya pengeroyokan ini tentunya ada sebab dan akibatnya.

 

“Berdasarkan penyelidikan, kemudian kami minta keterangan kepada SH dan kebeberapa orang yang ada, ini murni tindak pidana. Proses hukum kita tegakkan apa adanya, kita profesional prosedural, tidak milih-milih. Yang pasti sudah terjadi tindak pidana, ada korban ada pelaku, dan barang bukti,” bebernya.

Atas pelaporan pihak keluarga korban, kata Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Damus Asa, pihaknya sudah melakukan penyelidikan guna mencari informasi terkait kejadian tersebut. Bahkan hingga saat ini, pihaknya sudah memeriksa 17 orang saksi yang semuanya penghuni rutan. Dari penyelidikan tersebut, Polres Berau sudah mengantongi beberapa nama yang diduga pelaku pengeroyokan terhadap SH.

 

“Kami sampaikan ke bapak-bapak semua, ini sudah menjadi atensi bagi kami semua, karena kejadian di Rutan. Penanganannya pun juga sudah sesuai prosedur, kami sudah cek TKP dan barang bukti juga sudah kami amankan, dan orang-orang yang terkait dan diduga sebagai pelaku pun juga sudah kami periksa semua. Kami mohon serahkan ini kepada jalur proses hukum yang berjalan dan serahkan ke kami, percayakan ke Polres dan ke Rutan hal ini,” pintanya.

Terkait kejadian tersebut, Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb, Agus Dwijirianto menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga korban. Namun ia menjelaskan, terjadinya insiden tersebut, lantaran pihaknya kekurangan personel.

 

“Perlu diketahui juga bahwa saya di Rutan sangat kekurangan SDM. Kita hari ini ada warga binaan 763 orang. Yang kemarin dijaga hanya 3 orang, 1 buka pintu, 1 di meja komandan dan 1 ada di pos blok di dekat lapangan tenis. Mohon maaf atas kejadian itu, karena kita sangat-sangat terbatas untuk menjaga sekian ratus orang,” tandasnya.(bnc)