Cinta Segitiga Berujung Maut Terjadi di Rumah Duka Korban Kebakaran

 

SAMBALIUNG - Cinta segitiga kembali memakan korban jiwa. Kali ini menimpa Bahar (55) suami siri Drn (45), yang menghembuskan nafas terakhirnya setelah ditikam atau ditusuk 5 kali oleh Dr (64), warga Kampung Sei Bebanir Bangun yang tak lain suami sah Drn, juga warga Kampung Sei Bebanir Bangun.

Kapolsek Sambaliung, Iptu Muhammad Aprisakundi saat dikonfirmasi beraunews.com membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, Bahar, warga Kampung Sei Bebanir Bangun, saat itu tengah melayat ke rumah duka Bedu yang tak lain korban terbakar, Minggu (22/10/2017) sekitar pukul 08.30 Wita di Jalan Pendidikan Gang Rambai RT 03 Kampung Sei Bebanir Bangun Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau. Di rumah duka, korban menggergaji papan kayu yang akan digunakan untuk peti almarhum Bedu.

"Saat tengah menggergaji itu, Dr yang juga datang untuk melayat, melihat Bahar sedang menggergaji papan kayu, tidak lama kemudian Dr menikam Bahar menggunakan pisau dari arah belakang sebanyak 1 kali dan dari depan sebanyak 4 kali," ungkapnya.

Ia menambahkan, setelah melihat Bahar tersungkur bersimbah darah, menurut keterangan warga sekitar, Dr langsung menyerahkan diri ke Polsek Sambaliung. Sementara korban masih tersungkur menunggu ambulance dan kemudian dibawa ke RSUD Abdul Rivai didampingi petugas kepolisian.

"Jadi motifnya itu, tersangka Dr yang merupakan suami sah dari Drn, dan korban Bahar merupakan suami siri Drn yang sudah menikah selama 13 tahun dan mempunyai seorang anak perempuan. Tersangka diduga memiliki rasa cemburu yang sudah lama terpendam kepada Bahar," tandasnya.(bnc)