Polisi Lakukan Penyidikan 2 Pekerja Apotek yang Bukan Tenaga Ahli Farmasi

TANJUNG REDEB – Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba), Polres Berau tengah melakukan penyidikan terhadap dua pekerja apotek yang bukan tenaga ahli farmasi. Dua orang tersebut diketahui berinisial Yn dan Al, yang sudah bekerja selama 1 tahun di salah satu apotek yang ada di Tanjung Redeb.

Kapolres Berau AKBP Andy Ervyn melalui Kasat Reskoba, AKP Tatok Tri Haryanto mengatakan, jika pihaknya sudah melakukan penyidikan terhadap dua orang yang diketahui melayani pengambilan obat menggunakan resep dokter.
 
"Dari peraturan atau ketentuannya, yang melayani resep itu harusnya tenaga ahli farmasi, tapi saat kita coba mengambil obat menggunakan resep, malah bukan tenaga farmasi yang melayani, tapi hanya orang yang pendidikan terakhirnya tingkat SMA," ungkapnya kepada beraunews.com, Senin (25/09/2017).
 
Dikatakannya, sejauh ini pihaknya masih mengembangkan dan melakukan pemeriksaan terhadap dua orang tersebut. Terkait dipekerjakan dua orang ini, diduga pemilik apotek meminimalkan pengeluaran, agar tidak terlalu besar.
 
"Yang satu ini pendidikan terakhir SMA, sedangkan yang satunya itu istri dari apotekernya dan bukan tenaga ahli farmasi juga," lanjutnya.
 
Kedua pelaku juga terancam pasal 198 Undang-Undang Nomor 36/2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman denda Rp100 juta terhadap pelaku. Namun jika pelaku tidak bisa membayar denda, maka akan ada sanksi kurungan.
 
"Kami juga imbau kepada apotek-apotek yang lain agar bekerja sesuai prosedur, baik dari segi teknis maupun hal lainnya. Jangan sampai hal seperti ini berdampak kepada masyarakat luas jika terjadi kesalahan yang dilakukan oleh tenaga yang bukan ahli farmasi," pungkasnya.(bnc)
 
Wartawan: Dedy Warseto/Editor: Rita Amelia