Mantan Anggota DPRD Berau Jadi Korban Pelaku Pencurian Siang Hari

 

 

TANJUNG REDEB - Apa yang disampaikan Ketua DPRD Berau, Syarifatul Sya’diah dan Kapolres Berau AKBP Andy Ervyn melalui Kasat Reskrim, AKP Damus Asa, agar masyarakat harus lebih waspada. Mengingat, sudah lebih dua puluh rumah yang dibobol maling di siang hari antara pukul 09.00-12.00 Wita, tampaknya memang harus dilakukan.

Pasalnya, ulah keji para pelaku masih saja terus berlanjut. Terkini, menimpa rumah mantan Anggota Komisi I DPRD Berau, Mukhlis yang berada di kawasan Jalan Dr. Murdjani II Gang Rawa Indah. Bahkan, disaat bersamaan maling juga membobol rumah tetangga Muchlis yang berada di belakang rumahnya, tepatnya di Gang Puma.
 
BACA JUGA : Maling Gentayangan Siang Hari, Ketua DPRD Minta Masyarakat Waspada
 
Muchlis yang ditemui beraunews.com di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Senin (25/09/2017) mengatakan, rumahnya diperkirakan dibobol maling sekitar pukul 10.00 Wita pagi. Maling masuk melalui pintu bagian belakang rumahnya, dengan cara merusak pintu tersebut.
 
“Saya dan istri baru saja keluar rumah dan kembali sekitar pukul 11.30 Wita siang. Saat istri saya kembali ke rumah, pintu depan rumah sudah dalam keadaan terbuka. Saya minta istri saya jangan menyentuh apapun dulu, sembari menunggu polisi,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, kerugian yang dialami ditaksir sekitar Rp60 juta. Sebab selain uang, maling berhasil membawa kabur puluhan gram emas miliknya. 
 
“Yang hilang cincin, gelang, Pin lambang DPRD, dan uang tunai sekitar Rp2 juta,” tuturnya.
 
BACA JUGA : Maling Gentayangan Siang Hari, Ini Kata Polres Berau
 
Pantauan beraunews.com di TKP, personel Polres Berau secara sigap melakukan pengecekan dan olah TKP. Tampaknya, pelaku memang sudah mempelajari rumah targetnya. Terbukti, lagi-lagi rumah yang dibobol adalah rumah kosong yang ditiggal pemiliknya di siang hari antara jam 09.30 hingga 11.30 Wita. Sebagaimana yang disampaikan Kapolres Berau, AKBP Andy Ervyn melalui Kasat Reskrim, AKP Damus Asa saat dikonfirmasi beraunews.com, Sabtu (23/09/2017) lalu.

 

“Pelaku kemungkinan besar telah melihat atau mempelajari jika penghuni rumah sedang tidak berada di rumahnya. Karena rata-rata rumah yang dibobol adalah rumah-rumah yang ditinggalkan oleh penghuni di saat jam kerja, maupun saat penghuni tidak ada di tempat,” tandasnya.(*bnc)