Polisi Kembangkan Kasus Pungli, Ini Tanggapan Kuasa Hukum ML

 

TANJUNG REDEB – Polisi masih terus mengembangkan kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukan oleh oknum PNS berinisial ML (55) beberapa waktu lalu.

Kapolres Berau, AKBP Andy Ervyn melalui Kasat Reskrim AKP Damus Asa mengatakan, jika saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan beberapa saksi lain. Sejauh ini sudah ada 3 orang yang dimintai keterangan untuk melengkapi berkas.
 
"Kasus masih berjalan dan kami masih lakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi," ujarnya kepada beraunews.com, Selasa (05/09/2017).
 
BACA JUGA : Mantan Lurah Diciduk Tim Saber Pungli
 
Terpisah, Kuasa Hukum ML dari Pos Bantuan Hukum Advokat Indonesia (Posbakumadin), Burhanudin menilai, dalam permasalahan ini, tidak ada unsur pungli seperti yang disangkakan terhadap kliennya. Dikatakannya, kasus ini berawal tahun 2013 lalu, dimana saat itu kliennya menjabat sebagai lurah.
 
"Saat itu ada warga yang mendatangi klien saya untuk meminta bantuan pengurusan surat tanah dan klien saya dijanjikan jika akan diberikan uang," ucapnya.
 
Selama ini kliennya tidak pernah menerima uang yang dijanjikan oleh warga tersebut. Sedangkan informasi yang didapat jika dana tersebut sudah diberikan melalui salah seorang di Kantor Lurah tersebut.
 
"Saat orang yang diutus oleh warga tersebut datang dan membahas masalah uang. Klien saya bilang jika klien saya mau ketemu dulu dengan warga tersebut, dan informasi lain jika ada uang yang sudah diserahkan, tapi klien saya tidak menerima pada saat itu," ujarnya.
 
Burhanuddin menambahkan, menurutnya kasus yang ditangani saat ini tidak mengarah ke pungli karena dalam pembahasan antara klien dan warga ada kesepakatan, sehingga tidak ada pungli yang terjadi.
 
"Menurut kami itu bukan pungli, karena ada kesepakatan dan tidak ada yang merasa dirugikan, tapi kita lihat proses hukumnya nanti seperti apa," tutupnya.(bnc)
 
Wartawan: Dedy Warseto/Editor: Rita Amelia