Ngutil Barang Mini Market, Oknum Sekuriti Diciduk

 

TANJUNG REDEB- Seorang oknum sekuriti berinisial Sb (29) terpaksa harus mendekam dibalik jeruji besi Mapolres Berau untuk mempertanggungjawabkan aksi pencurian yang dilakukannya di beberapa mini market.

Pencurian yang dilakukan oleh Sb sempat terekam Closed Circuit Television (CCTV) salah satu mini market dan sempat diposting ke media sosial dan viral. Beberapa komentar masyarakat pun memenuhi postingan tersebut. Atas dasar tersebut, polisi melakukan penyelidikan atas kebenaran aksi pencurian itu.

Kapolres Berau, AKBP Andy Ervyn melalui Kasat Reskrim, AKP Damus Asa mengatakan, jajaran Reskrim memang melakukan penyelidikan terkait postingan video aksi pencurian yang terjadi. Setelah mengetahui ciri-ciri dan kendaraan yang digunakan oleh pelaku, tim langsung mengembangkannya.

“Setelah mendapat informasi dari masyarakat, jika ada seseorang dengan fisik yang sama dengan si pelaku pencurian, selanjutnya dilakukan pengamanan terhadap pelaku,” ungkapnya kepada beraunews.com, Selasa (29/08/2017).

Dikatakannya, Sb diamankan di tempat kerjanya yakni di salah satu perusahaan supplyer rokok sekitar pukul 17.00 Wita, Senin (28/08/2017) kemarin. Setelah diamankan, dilakukan interogasi dan pelaku mengakui jika dirinya melakukan aksi pencurian di beberapa mini market.

“Kami amankan di tempat kerjanya bersama alat bukti yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya,” jelasnya.

Damus menjelaskan jika pelaku bukan kali pertama mencuri atau mengutil barang di mini market atau toko-toko sembako. Namun, dari hasil pemeriksaan sementara si pelaku pernah melancarkan aksinya hingga 15 kali di satu toko, sedangkan pelaku sudah menjarah 7 toko dan mini market.

“Barang hasil curiannya ini dijual lagi kepada beberapa toko yang menjual barang yang sama namun dengan harga yang lebih murah,” terangnya.

Sementara itu, Sb yang ditemui beraunews.com mengaku jika dia mencuri karena kebutuhan keuangan. Dirinya berencana akan mengantarkan anak dan istri pulang kampung karena anaknya yang lahir di Berau belum pernah ketemu dengan orangtuanya atau kakek dari anaknya.

“Buat beli tiket, uang saya kurang karena gaji dipotong koperasi dan sisanya untuk membayar cicilan kendaraan, sementara saya mau antar istri pulang kampung,” akunya.

Sb menceritakan, jika ia melancarkan aksinya di beberapa minimarket yang ramai sehingga fokus penjaga terpecah dan dia bisa melancarkan aksinya. Sementara itu, saat keluar dari mini market atau toko ia hanya membayar minuman dingin atau rokok.

“Carinya yang ramai, jadi orangnya sibuk. Barang yang saya ambil ada untuk dipakai sendiri tapi banyak yang dijual dan sejauh ini dari hasil penjualan sudah Rp4 juta lebih,” bebernya.

Sementara itu polisi masih melakukan pengembangan terkait kasus ini, khawatir ada jaringan atau penadah barang-barang hasil curian si pelaku.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: Rita Amelia