Cabuli Anak Di Bawah Umur, Syahril Lebaran Di Penjara

TALISAYAN – Syahril (24) pemuda yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kecamatan Talisayan, terpaksa harus berurusan dengan aparat kepolisian Polsek Talisayan, Sabtu (2/7/2016). Ia diduga telah mencabuli kekasihnya yang masih di bawah umur Ws (14).

Kapolsek Talisayan, Iptu Faisal Hamid mengatakan, terungkapnya kasus pencabulan anak di bawah umur itu, lantaran kedua orang tua Ws mendapat kabar jika anaknya telah disetubuhi Syahril. Merasa penasaran dengan kabar tersebut, kedua orang tua Ws pun memutuskan menanyakan langsung perihal kabar angin itu pada putrinya.

Meski Ws sempat mengelak, namun karena terus didesak, akhirnya Ws pun mengakui apa yang telah diperbuat Syahril kepadanya. Mendengar hal itu, pihak keluarga merasa tak terima dan langsung melaporkan Syahril ke Polsek Talisayan.

"Hari Sabtu 02 Juli kemarin, sekitar jam 17.30 Wita. Orang tua korban mendengar kabar jika anaknya yang bernama Ws telah atau pernah berhubungan badan dengan tersangka Syahril. Dan ketika dilakukan pemeriksaan, tersangka mengaku pernah melakukan hubungan badan," terangnya pada beraunews.com, Senin (4/7/2016).

Belakangan diketahui, tersangka dengan Ws sudah menjalin hubungan sekitar delapan bulan lamanya. Selama hubungan itu, Syahril juga telah melakukan hubungan badan beberapa kali.

Dari keterangan tersangka, pelaku terakhir kali melakukan hubungan badan pada korban 30 Juni lalu disekitar kantor plasma salah satu perusahaan sawit yang berada di RT 02 Kampung Sumber Agung Kecamatan Batu Putih.  Dalam menjalankan aksinya tersebut, Syahril sengaja memanfaatkan suasana sepi saat warga yang melaksanakan salat tarawih.

"Yang dia ingat itu tiga kali. Terakhir, tersangka melakukan aksinya di ruang WC kantor plasma yang ada di kampung itu sekitar pukul 19.00 Wita. Memang ini sepertinya sudah direncanakan tersangka," katanya.

Meski hal itu dilakukan atas dasar suka sama suka, tetapi kata Faisal, pelaku telah melakukan tindak pidana karena telah melakukan pencabulan sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35/2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Akibat perbuatannya itu, Syahril juga harus rela berlebaran di sel tahanan. Disamping itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yakni, 1 lembar baju lengan panjang warna ungu, 1 lembar celana panjang warna hitam, 1 buah bra warna putih dan 1 buah celana dalam warna merah.

"Kita harap orang tua harus lebih protektif dalam mengawasi anaknya, jangan sampai kejadian ini kembali terulang," imbaunya.(hir)