Palsukan Surat Atas Nama Polres, Oknum PNS Dinas Pendidikan Dibekuk Polisi

 

TANJUNG REDEB – Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pendidikan (Disdik) Berau berinisial RE (36), warga Kecamatan Sambaliung, terpaksa diamankan polisi lantaran diduga melakukan tindak pidana penipuan. RE diamankan di Kantor Disdik pada Kamis (10/08/2017) sekitar pukul 16.00 Wita.

Kapolres Berau, AKBP Andy Ervyn mengatakan, RE diamankan setelah adanya laporan dari anggota Polres Berau yang namanya dicatut dalam sebuah surat yang mengatasnamakan Polres Berau, lengkap dengan stempel dengan isi surat tentang penundaan pembayaran Surat Pertanggungjawaban (SPj).
 
"Jadi anggota kami mendapat informasi dari masyarakat tentang pemalsuan surat. Setelah itu langsung dilakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kebenarannya," ungkapnya kepada beraunews.com, Jumat (11/08/2017).
 
Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata polisi mendapatkan barang bukti berupa surat yang mengatasnamakan Polres Berau lengkap dengan stempel dan tanda tangan yang dipalsukan oleh pelaku.
 
"Selanjutnya pelaku diamankan ke Mapolres Berau bersama barang bukti dan alat bukti berupa stempel, printer dan komputer yang digunakan untuk membuat surat," katanya.
 
Andy menambahkan, dari pengakuan pelaku dirinya membuat surat penundaan pembayaran SPj palsu tersebut untuk diserahkan kepada pihak dinas. Pasalnya, dana SPj yang harusnya dibayarkan kepada para pegawai, digunakan untuk keperluan pribadinya.
 
"Jadi pengakuannya, untuk penundaan sambil dia menunggu pinjaman di bank cair untuk membayar atau mengganti dana SPj yang digunakan," jelasnya.
 
Sementara itu, RE mengaku dirinya terpaksa menggunakan dana SPj tersebut untuk membayar utang. Lantaran terdesak biaya, dirinya sempat berusaha meminjam uang ke bank dan berencana akan mengganti dana SPj yang digunakan tersebut jika dana sudah cair.
 
Sementara ini polisi masih melakukan pengembangan dan penyelidikan terkait kasus tersebut. Polisi juga mengantisipasi terjadinya hal yang sama di tempat lainnya.
 
"Yang jelas surat seperti itu kami tidak mengeluarkan dan tidak ada hubungannya dengan Polres. Kami juga melakukan penyelidikan terkait kasus ini jangan sampai ada hal serupa lagi terjadi," pungkas Andy.(bnc)
 
Wartawan: Dedy Warseto/Editor: Rita Amelia