Kasus UU ITE, 3 Dibina dan 1 Proses Hukum

 

TANJUNG REDEB- Kebebasan berpendapat terkadang membuat masyarakat seenaknya menggunakan sosial media (Sosmed). Bahkan, tampak terlalu over dalam menanggapi sesuatu hal yang diposting netizen lain. Tak jarang, akibat berkomentar pedas dan mengarah isu SARA maupun ketersinggungan antar pihak, membuat masyarakat berurusan dengan aparat kepolisian.

Hal itu disampaikan Kapolres Berau, AKBP Andy Ervyn. Dikatakannya, sejauh ini ada beberapa kasus terkait Undang-Undang Nomor 19/2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau yang lebih dikenal sebagai UU ITE, yang ditangani Satuan Intel Polres Berau, baik kasus yang dilanjutkan ke proses hukum maupun yang dimediasi atau diberi pembinaan oleh polisi.

"Untuk tahun ini sendiri (tahun 2017-red) ada 3 kasus yang ditangani Intel, dan tahun kemarin ada 1 kasus juga yang dilanjutkan proses hukumnya karena pelaku dianggap menghina salah satu agama," ungkapnya kepada beraunews.com, Jumat (04/08/2017).

Diketahui, pada tahun 2017 ini ada 3 kasus  tentang komentar di salah satu postingan yang mengarah ke isu SARA dengan pelaku yang masih berstatus pelajar, dan ada juga yang berkomentar di salah satu postingan sebuah aksi beberapa waktu lalu.

"Untuk tahun ini ada 3 yang dilakukan pembinaan, yakni terkait komentar dalam sebuah postingan pembangunan masjid, lalu ada juga yang tentang aksi bela Al Aqsa maupun yang menjelekkan profesi kepolisian tanpa tahu apa yang sebenarnya yang dilakukan," bebernya.

Tiga perkara dengan 3 pelaku tahun ini diberikan pembinaan terhadap mereka. Mereka wajib lapor ke Mapolres Berau 1 kali seminggu. Sementara untuk remaja yang berstatus pelajar, dipanggil orang tua serta guru sekolahnya untuk diberi imbauan dan pembinaan agar tidak mengulangi hal serupa.

"Kalau kasus seperti ini, ya kita lihat juga, jika memang komentar mereka tidak terlalu menjurus, masih bisa beri pembinaan. Namun kalau sudah buat unsur elemen masyarakat atau kelompok merasa tersinggung dan berdampak luas, maka harus kita proses," ucapnya.

Kapolres terus mengimbau agar masyarakat bijak dalam menggunakan sosial media dan mempersilahkan berpendapat dengan mengutamakan etika-etika untuk menjaga situasi yang aman dan kondusif.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia