Tega, Ayah Cabuli Anak Kandungnya Berulang Kali

 

TANJUNG REDEB- Orang tua khususnya kepala rumah tangga seharusnya menjadi pelindung bagi anggota keluarganya, baik istri maupun anak-anaknya. Namun hal tersebut berbeda dengan yang dilakukan oleh Sh (42) warga Jalan Kedaung, Kelurahan Sei Bedungun, Kecamatan Tanjung Redeb.

Hs terpaksa berurusan dengam polisi setelah dilaporkan sang istri karena tega menyetubuhi anaknya yang masih berumur 14 tahun. Diketahui Hs sudah melakukan aksi bejadnya tersebut berulang kali sejak tahun 2015 lalu.

Kapolres Berau, AKBP Andy Ervyn melalui Kasat Reskrim, AKP Damus Asa mengatakan, jika istri pelaku pertama kali mengetahui perbuatan suaminya dari guru pramuka korban. Korban diketahui menceritakan perlakuan sang ayah kepada gurunya karena takut bercerita dengan sang ibu.

"Jadi awalnya korban cerita dengan guru pramukanya, setelah itu gurunya melaporkan kepada ibu korban dan setelah korban mengaku, ibu korban langsung melapor ke Polres Berau," ungkapnya kepada beraunews.com, Rabu (02/08/2017).

Dikatakannya, setelah menerima laporan dari ibu korban, polisi langsung melacak dimana keberadaan pelaku. Setelah tahu, pelaku langsung diminta untuk datang ke Polres Berau. Sekitar tanggal 31 Juli 2017 pagi, pelaku memenuhi panggilan polisi.

"Jadi kami panggil pelaku untuk datang dengan alasan kasus atau perkara utang piutang karena posisi pelaku jauh di Tabalar, dan setelah dipanggil pelaku pun datang," tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, lanjut Damus, pelaku sudah berulang kali melakukan aksi bejat terhadap anaknya. Pelaku mengaku jika dirinya sempat mengancam akan menceraikan ibu korban jika tidak mau melayani nafsunya.

"Jadi pelaku pertama kali menyetubuhi anaknya sempat mengancam mau menceraikan istrinya. Dan korban pun hanya menuruti si pelaku. Tahun 2017 ini lebih dari 7 kali pelaku melakukan aksinya, untuk tahun 2015 dan 2016 pelaku lupa," bebernya.

 

Sementara itu, Hs yang ditemui beraunews.com mengaku, jika dirinya pertama kali menggauli anaknya saat sedang tidur bersama di ruang keluarga usai menonton televisi. Saat tidur bersama, sekitar pukul 23.00 Wita dirinya terbangun dan melihat pakaian yang dikenakan anaknya sedikit terbuka, dan disitulah muncul nafsu bejadnya.

"Ya saya lihat bajunya terbuka, disitu saya nafsu. Saya enggak banguni dia, saya langsung buka aja, dan dia sempat menolak," kata dia.

Saat dirinya melakukan aksinya, lanjut Hs, sang istri sedang berada di kamar bersama adik-adik korban. Sempat merasa menyesal setelah melakukan aksinya, namun dirinya tetap bernafsu untuk melakukan aksinya lagi.

"Iya sempat menyesal juga saya," bebernya.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam Pasal 81 Ayat 1 dan 2 Undang-undang 23/2002 tentang Perlindungan Anak, yang menyebutkan setiap orang dengan sengaja melakukan tipu muslihat atau rangkaian kata bohong atau bujuk rayunya terhadap anak agar melakukan persetubuhan di ancam hukuman maksimal 15 tahun kurjngan penjara.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor : Rita Amelia