Ditemukan Tak Bernyawa, Warga Masih Buru Buaya Pemangsa

 

BIATAN – Setelah melakukan pencarian kurang lebih 15 jam, akhirnya Rabu (19/07/2017), sekitar pukul 09.00 Wita, Syarifuddin, korban yang disambar buaya saat mandi di sungai di wilayah RT 06 Kampung Biatan Lempake, Kecamatan Biatan berhasil ditemukan. Jasad korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, tak jauh dari lokasi awal korban hilang.

Kapolsek Talisayan, Iptu Faisal Hamid yang juga merupakan pemimpin dalam pencarian tersebut mengatakan, korban ditemukan saat pihaknya bersama masyarakat melakukan penyisiran di sekitar sungai.

"Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal, dan langsung dievakuasi bersama masyarakat," ungkapnya kepada beraunews.com.

Pihaknya mengkonfirmasi, penyebab tewasnya korban disebabkan terkaman seekor buaya saat ia sedang mandi bersama rekannya, Abdullah. Hal itu juga bisa terlihat dari sejumlah luka yang ada di sekujur tubuh korban, seperti luka cakaran dan gigitan buaya.

"Iya benar, akibat terkaman buaya," ujarnya.

 

Hanya saja, predator yang menerkam korban tidak ditemukan. Bahkan, salah seorang pawang buaya dari Kecamatan Sambaliung juga didatangkan sejak malam kemarin untuk mencari jasad korban, dan menangkap buaya pemangsa manusia tersebut.

BACA JUGA: Mandi di Sungai, Warga Kampung Lempake Diterkam Buaya

Untuk saat ini, sebagian warga masih mencari buaya yang memangsa korban tersebut. Akan tetapi, saat ini pihak kepolisian tidak lagi terfokus pada pencarian buaya, karena korban sudah ditemukan.

"Yang penting korban sudah ditemukan. Untuk buayanya sepertinya masih dicari warga bersama pawangnya. Kalau kita kan fokusnya hanya mencari korban saja," jelasnya.

 

Pihaknya mengimbau, agar masyarakat untuk menjaga jarak dengan sungai yang dihuni predator ganas, seperti buaya, agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali.

"Khususnya mereka yang memiliki anak kecil, jangan sampai mendekati sungai. Dan kami berharap peristiwa ini jadi pelajaran, agar ke depannya tidak terjadi korban susulan," bebernya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: Rita Amelia