Mandi di Sungai, Warga Kampung Lempake Diterkam Buaya

 

BIATAN - Warga Kampung Biatan Lempake di Kecamatan Biatan kembali dibuat heboh. Pasalnya, Selasa (18/07/2017) sekitar pukul 18.20 Wita,  Salah seorang warga kampung tersebut diterkam "monster" sungai Lempake saat tengah mandi di sekitar sungai.

Berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat setempat, korban yang bernama Syarifuddin bersama seorang rekannya, sedang mandi di sungai yang berada di sekitar R T 06.  Namun nahas, karena asik berenang disekitar sungai, korban langsung diterkam buaya.

"Posisinya berada di dalam air. Nah, pas mau naik itulah, dia diterkam buaya," ujar Andi Resmin warga setempat kepada beraunews.com

Lebih lanjut disampaikannya, setelah diterkam, korban langsung diseret ke dasar sungai. Melihat kondisi tersebut, rekan korban yang juga berada dilokasi merasa tidak bisa menolong langsung melaporkan peristiwa tersebut pada masyarakat sekitar, serta malaporkan hal itu ke aparat Kepolisian Sektor Talisayan,  melalui Polpos Biatan.

"Sampai saat ini masih dalam pencarian. Kita juga tidak tahu apakah dia (korban- red) ini masih dalam kondisi hidup atau sudah meninggal," bebernya.

Disamping itu, dirinya juga berharap pemerintah kabupaten dapat segera mengoperasi IPA yang berada di kampung tersebut.  Sehingga lanjut dia, masyarakat tidak lagi mengandalkan sungai untuk keperluan MCK yang dihuni predator ganas.

"Kita berharap dapat segera digunakan.  Karena jika tidak begitu, masyarakat pasti akan selalu mengandalkan sungai, apalagi tidak semua warga punya sumur. Kita khawatir akan ada korban lagi," ujarnya.

Sementara itu,  Kapolsek Talisayan Iptu Faisal Hamid, membenarkan perihal tersebut.

"Ia benar, ada warga Lempake yang diterkam buaya, waktu Maghrib tadi," ungkapnya saat dikonformasi.

Saat ini ditambahkannya, pihaknya bersama masyarakat tengah melakukan pencarian dengan cara melakukan penyisiran disejumlah tepi sungai yang diduga menjadi tempat korban berada.

"Masih dicari bersama warga. Semoga saja dapat segera ditemukan bagaimanapun kondisinya," pungkasnya.

Hingga pukul 22.30 Wita, jasad Syarifuddin belum juga ditemukan, dan pencarian masih terus dilakukan disekitar sungai tempat ia diterkam.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: Rita Amelia